<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Tyanworld's Weblog</title>
	<atom:link href="http://tyanworld.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tyanworld.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Apr 2010 00:53:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='tyanworld.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Tyanworld's Weblog</title>
		<link>http://tyanworld.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://tyanworld.wordpress.com/osd.xml" title="Tyanworld&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://tyanworld.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>KENCUR</title>
		<link>http://tyanworld.wordpress.com/2010/01/22/kencur/</link>
		<comments>http://tyanworld.wordpress.com/2010/01/22/kencur/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2010 04:15:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyanworld</dc:creator>
				<category><![CDATA[TOBAGA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tyanworld.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[glitter-graphics.com I. PENDAHULUAN Tanaman Kencur ( kaempferia galanga L. ) termasuk kedalam famili jahe-jahean Zingiberaceae yang merupakan tumbuhan asli India dengan daerah penyebaran meliputi kawasan Asia Tenggara dan Cina. Sifat dan bentuk tanaman yaitu berbatang semu, jumlah daun 2-3 helai, warna bunga putih, umbi berwarna kuning kecoklatan dan banyak mengandung air. Komposisi umbi terdiri dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyanworld.wordpress.com&amp;blog=4632863&amp;post=73&amp;subd=tyanworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.glitter-works.org" target="_blank">glitter-graphics.com</a></p>
<p><a href="http://www.glitter-graphics.com/myspace/text_generator.php" target="_blank"><img src="http://text.glitter-graphics.net/mach/b.gif" border="0" alt="" /><img src="http://text.glitter-graphics.net/mach/u.gif" border="0" alt="" /><img src="http://text.glitter-graphics.net/mach/d.gif" border="0" alt="" /><img src="http://text.glitter-graphics.net/mach/i.gif" border="0" alt="" /><img src="http://text.glitter-graphics.net/mach/d.gif" border="0" alt="" /><img src="http://text.glitter-graphics.net/mach/a.gif" border="0" alt="" /><img src="http://text.glitter-graphics.net/mach/y.gif" border="0" alt="" /><img src="http://text.glitter-graphics.net/mach/a.gif" border="0" alt="" /><img src="http://dl3.glitter-graphics.net/empty.gif" border="0" alt="" width="20" /><img src="http://text.glitter-graphics.net/mach/k.gif" border="0" alt="" /><img src="http://text.glitter-graphics.net/mach/e.gif" border="0" alt="" /><img src="http://text.glitter-graphics.net/mach/n.gif" border="0" alt="" /><img src="http://text.glitter-graphics.net/mach/c.gif" border="0" alt="" /><img src="http://text.glitter-graphics.net/mach/u.gif" border="0" alt="" /><img src="http://text.glitter-graphics.net/mach/r.gif" border="0" alt="" /></a></p>
<h3 class="post-title entry-title"><span style="color:#008000;"> </span></h3>
<div>
<p><a href="http://2.bp.blogspot.com/_5lrjAf4LGLQ/SXai2w4Ky4I/AAAAAAAAAM0/EicH1PMy7k4/s1600-h/kencur.jpeg"><img style="float:left;cursor:pointer;width:104px;height:99px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5lrjAf4LGLQ/SXai2w4Ky4I/AAAAAAAAAM0/EicH1PMy7k4/s200/kencur.jpeg" border="0" alt="" /></a><span style="color:#339966;">I. PENDAHULUAN</span></p>
<p>Tanaman Kencur ( kaempferia galanga L. ) termasuk kedalam famili jahe-jahean Zingiberaceae yang merupakan tumbuhan asli India dengan daerah penyebaran meliputi kawasan Asia Tenggara dan Cina.<br />
Sifat dan bentuk tanaman yaitu berbatang semu, jumlah daun 2-3 helai, warna bunga putih, umbi berwarna kuning kecoklatan dan banyak mengandung air. Komposisi umbi terdiri dari pati 4,14%, mineral sebanyak 13,73% serta minyak atsiri 2,4-3,9% yang terdiri dari cineol, asam methyl, aldehide, ethyl, ester dan lain-lain.</p>
</div>
<p><span class="fullpost"> </span></p>
<div><span style="color:#339966;"><br />
Manfaat rimpang kencur sebagai bumbu penyedap juga sebagai obat tradisional, oleh karenanya banyak petani yang mengusahakan di pekarangan maupun di tegalan baik secara monolkultur ataupun secara tympang sari, sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani.<br />
Pada saat ini kencur banyak dalam industri rokok, jamu dan kosmetika dengan perkiraan kebutuhan dalam negeri untuk ketiga komponen tersebut sebesar 10 ton cip kencur kering atau setara dengan 100 ton rimpang basah.</p>
<p>II. SYARAT TUMBUH</p>
<p>2.1. Iklim<br />
- Tinggi tempat         : 50 m – 1.000 m dpl.<br />
- Intensitas cahaya : Sedikit terlindung dari sinar matahari lansung<br />
- Curah hujan   : 2.500 – 4.000 mm / tahun</p>
<p>2.2. Tanah<br />
- Jenis tanah  : Lempung berpasir, lempung berliat.<br />
- Struktur  : Remah dan kaya humus.</p>
<p>III. BERCOCOK TANAM</p>
<p>3.1. Klon Anjuran<br />
- Jenis kencur berdaun sempit<br />
- Jenis kencur berdaun lebar</p>
<p>3.2. Pemilihan Bibit<br />
Berasal dari pohon yang sudah tua, cara memperoleh bibit ada 2 cara :<br />
a). Lansung tanam<br />
Rimpang segar setelah dipotong-potong sepanjang 4 Cm lansung ditanam dilapangan tanpa disimpan dulu.<br />
b). Ditunaskan dulu<br />
Rimpang setelah dipotong-potong 4 Cm disimpsn dalam gudang 1-2 minggu (sampai tunas bermunculan), ruang tempat penyimpanan harus kering, tidak panas dan tidak terlindung. Rimpang dihamparkan (tidak bertumpuk) di atas rak kayu atau bambu. Bibit yang baik mempunyai 2-3 buah mata tunas.<br />
Keperluan bibit sekitar 1-2 ton / hektar dengan jarak tanam sekitar                20 X 15 Cm.</p>
<p>3.3. Penyiapan Lahan<br />
- Tanah dibersihkan dari rerumputan lalu dicangkul 2 (dua) kali.<br />
- Dibuat bedengan sambil diberi pupuk kandang sebanyak 10 ton/hektar.</p>
<p>3.4. Penanaman<br />
- Penanaman pada awal musim hujan.<br />
- Jarak tanam 20 X 15 Cm, kecuali untuk tumpang sari 60 X 40 Cm.<br />
- Cara penanaman dengan meletakan bibit dicelup / dipping pada larutan anti biotik agrimyoin, sterptomyoin.</p>
<p>3.5. Pemeliharaan<br />
- Penyiangan<br />
Pada minggu ke II – IV setelah tanam atau tergantung keadaan.<br />
- Mulching<br />
Penutupan tanah bisa denngan jerami atau ampas perasan tebu.<br />
- Pemupukan<br />
Pada saat tanaman sudah membentuk daun sempurna (akhir minggu ke 4) dipupuk dengan pupuk Urea 75 Kg, TSP 200 Kg dan KCl 100 Kg dan pada saat tanaman berumur 3 bulan dipupuk dengan Urea sebanyak 75 Kg<br />
- Penggemburan tanah<br />
Dilakukan disekitar rumput pada umur 3 bulan bersamaan dengan   pemupukan ke II.<br />
- Hama dan Penyakit<br />
Hama pada tanaman kencur tidak banyak yang penting adalah  penyakit  busuk umbi oleh bakteri Pseudomonas sp.</p>
<p>IV. PANEN</p>
<p>4.1. Umur<br />
- Mulai dapat dipanen umur 6-8 bulan, dan dapat ditunda sampai musim berikutnya karena tidak akan ada efek buruk terhadap rimpang namun jika ditunda sampai musim berikutnya lagi kemungkinan rimpang akan membusuk dan kadar patinya menurun.<br />
- Panen sebaiknya dilakukan dalam waktu yang singkat.<br />
- Biasanya bila setelah cukup panen ditandai dengan daun menguning dan akhirnya gugur.</p>
<p>4.2. Cara Panen<br />
- Membongkar seluruh rimpang dengan cangkul, garpu atau alat lainnya.<br />
- Mematahkan atau memotong rimpang bagian pinggir, sisa yang tertinggal dibiarkan tumbuh untuk musim tanam berikutnya.</p>
<p>4.3. Produktivitas<br />
- Produksi rimpang bisa mencapai 6-10 ton /hektar.<br />
- Variasi produksi di pengaruhi oleh kesuburan tanah, jenis kencur dan pemeliharaan selama penanaman</p>
<p>V. PENGOLAHAN HASIL</p>
<p>Hasil lahan kencur bisa berupa rimpang basah dan rimpang kering. Pada Pengolahan Rimpang basah, rimpang hanya dibersikan, dikering anginkan, dikemas lalu diangkut.<br />
Pada pengolahan rimpang kering terdapat proses pengeringan, pencelupan dan pengeringan.</p>
<p>KHASIAT TANAMAN KENCUR BAGI KESEHATAN</p>
<p>I. PENDAHULUAN<br />
Dengan semakin meningkatnya ilmu pengetahuan dan teknologi maka industri farmasipun semakin berkembang seiring dengan pertambahan jumlah penduduk yang kian pesat. Namun dalam keadaan krisis ekonomi saat ini tidak semua lapisan masyarakat mampu membeli produk farmasi yang dibutuhkan, oleh karena itu pengobatan dengan tanaman secara tradisional merupakan salah satu pilihan yang bijaksana. Begitu banyak tanaman yang berfungsi sebagai tanaman obat-obatan salah satu diantaranya adalah tanaman kencur.<br />
Kencur termasuk ke dalam suku jahe-jahean (zingeberaceae) dengan nama ilmiah Kaempferia galanga L. Aroma kencur sangat lembut dan khas sehingga mudah membedakan dengan jenis dari zingeberaceae yang lainnya. Fungsi tanaman kencur selain sebagai penyedap makanan juga banyak digunakan dalam ramuan obat tradisional yang khasiatnya dapat mengobati berbagai macam penyakit, sehingga tidak heran apabila pabrik-pabrik pengolahan obat trasional banyak mempergunakan bahan baku kencur.</p>
<p>II. KHASIAT TANAMAN KENCUR<br />
Kencur dipergunakan untuk meramu obat-obatan tradisional yang sudah banyak diproduksi oleh pabrik-pabrik jamu maupun dibuat sendiri, selain itu rimpangnya bisa dijadikan obat tanpa diramu dengan tumbuhan lain ataupun diramu dengan campuran bahan lain. Secara garis besar khasiat tanaman kencur adalah :</p>
<p>1. Expentorasia<br />
yaitu untuk menyembuhkan batuk dengan cara mengencerkan dahak serta memudahkan keluarnya dahak.</p>
<p>2. Dinretioca<br />
yaitu untuk memperlancar proses pengeluaran urine (air kencing).</p>
<p>3. Carminativa<br />
yaitu untuk membantu proses pengeluaran angin dari dalam perut akibat perut kembung / masuk angin.</p>
<p>4. Stimulansia<br />
yaitu untuk membangkitkan atau memberikan rangsangan.</p>
<p>5. Protection<br />
yaitu untuk memberikan perlindungan pada pakaian atau buku dari gangguan serangga.</p>
<p>III. RESEP PEMBUATAN OBAT-OBATAN TRADISIONAL</p>
<p>1. Batuk<br />
a. Rimpang kencur 1 jari (jangan dibuang kulitnya) dicuci bersih lalu dikunyah halus-halus dengan sedikit garam kemudian ditelan dan disusul dengan minum air hangat dilakukan 2 kali sehari.<br />
b. Rimpang kencur 2 jari, bawang merah 8 butir, buah kapolaga 3 buah, buah kelengkeng 8 buah, daun kaki kuda 1/3 genggam, daun jinten ¼ genggam, rimpang jahe 1 jari. Semua bahan dicuci bersih lalu dipotong-potong seperlunya. Rebus dalam air bersih 3 gelas, hingga setengahnya, kemudian beri madu murni 4 sendok makan. Diminum 3 kali sehari sebanyak ½ gelas.</p>
<p>2. Masuk Angin<br />
a. Rimpang kencur ¾ jari, jahe ½ jari, tempurung ½ jari, gangle 1/3 jari, adas ½ sendok teh, gula aren secukupnya. Semua bahan kecuali gula aren dicuci bersih lalu dipotong-potong seperlunya kemudian direbus dalam air bersih 4 gelas hingga tersisa 3 gelas. Diminum 3 kali sehari ¾ gelas.<br />
b. Rimpang kencur ½ jari, dicuci bersih, dikunyah dengan garam secukupnya sesudah halus lalu ditelan disusul dengan minum air hangat 2 kali sehari.</p>
<p>3. Muntah – Muntah<br />
a. Rimpang kencur 1 jari dicuci bersih lalu diparut dan dicampur dengan garam sedikit, airnya disaring dan diminum 1-2 kali sehari.<br />
b. Rimpang kencur 1 jari, buah kapulaga 3 buah, jintan ¾ sendok teh, adas ¾ sendok teh. Bahan semua dicuci lalu ditumbuk seperlunya dan direbus dengan air bersih 2 gelas hingga tinggal ¾ nya kemudian ditambah gula aren secukupnya, setelah dingin diminum 1-2 kali sehari.</p>
<p>4. Tetanus<br />
Rimpang kencur 1 jari, putik mengkudu 15 buah, rimpang lengkuas ¾ jari, lempuyang ½ jari, temulawak ¾ jari, jahe ½ jari, bangle ½ jari. Semua bahan dicuci dan dipotong-potong seperlunya lalu direbus dengan air bersih 4 gelas hingga tinggal ¾ nya setelah dingin disaring lalu diminum 3 kali sehari ¾ gelas.</p>
<p>5. Radang Lambung<br />
Rimpang kencur 1 jari, putik mengkudu 15 buah, rimpang lengkuas ¾ jari, lempuyang ½ jari, temulawak ¾ jari, jahe ½ jari, bangle ½ jari. Semua bahan dicuci dipotong seperlunya lalu direbus dengan air 4 ½ gelas hingga menjadi ½ nya, setelah dingin disaring lalu diminum 3 kali sehari ¾ gelas.</p>
<p>6. Mulas<br />
Rimpang kencur 1 jari daun saga 1/5 genggam, bangle ½ jari, kapulaga 2 buah, asam trenggali 2 jari, cengkeh 10 kuntum, adas ½ sendok teh, pulosari ¾ jari daun sena ½ genggam. Semua bahan dicuci dan dipotong-potong lalu ditumbuk dan direbus dengan air 4 gelas hingga ¾ bagiannya, kemudian setelah dingin disaring dan diminum 2-3 kali sehari ¾ gelas.</p>
<p>7. Keracunan</p>
<p>a. Keracunan jamur<br />
Kencur 1 jari, sambiloto 1/3 genggam, daun jinten ¼ genggam. Bahan ditumbuk halus dan diberi air bersih ¾ gelas, lalu diperas dan disaring kemudian diminum 2-3 kali sehari ¾ gelas.</p>
<p>b. Keracunan udang<br />
Kencur ¾ jari, daun bidara laut ¼ genggam, daun kaki kuda 1/3 genggam, gula aren secukupnya. Bahan-bahan kecuali gula aren dicuci dipotong-potong lalu direbus dengan air bersih 2 gelas hingga tinggal ¾ nya, kemudian diminum 1-2 kali sehari ¾ gelas.</p>
<p>c. Keracunan Tempe Bongkrek<br />
Rimpang kencur ¾ jari, daun gidana laut ¼ genggam, daun kaki kuda ¼ genggam, daun jinten ¼ genggam, gula aren secukupnya. Kemudian setelah bahan dicuci direbus dengan air 2 gelas hingga menjadi ¾ nya kemudian diminum 1-2 kali sehari, sekali minum ¾ gelas.</p>
<p>8. Luka Berdarah/Bernanah dan Borok<br />
Kencur 2 jari lalu dicuci dan diparut dan dicampur air 4 sendok makan lalu air perasannya diteteskan pada luka atau dapat digunakan untuk mencuci pada luka bernanah.</p>
<p>9. Keramas<br />
Untuk menyuburkan rambut bisa dengan mencuci 15 lembar daun kencur lalu ditumbuk dan dicampur 2 gelas air, dan air perasannya bisa untuk mencuci rambut.</p>
<p>10. Beras Kencur<br />
Beras ½ genggam (disangrai, dicor air panas ¼ jam, tiriskan), kencur ½ genggam (diungkep), lempuyang, jahe, kunyit, asam masing-masing 1 jempol (dibakar dan diseduh air panas), gula aren 1 jari (dicairkan), cabe jawa 3 buah (direndam air panas), kedawung 3 biji, kayu manis sepotong, cengkeh, kapulaga masing-masing 3 buah lalu disngrai. Setelah siap bahan lalu ditumbuk halus dan diberi air hangat sedikit demi sedikit lalu peras dan saring baru campurkan gula aren cair dan asem.</p>
<p></span></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tyanworld.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tyanworld.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tyanworld.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tyanworld.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tyanworld.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tyanworld.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tyanworld.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tyanworld.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tyanworld.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tyanworld.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tyanworld.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tyanworld.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tyanworld.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tyanworld.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyanworld.wordpress.com&amp;blog=4632863&amp;post=73&amp;subd=tyanworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tyanworld.wordpress.com/2010/01/22/kencur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afe291bcc8caa2279d58cbc04490e9f2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tyanworld</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://text.glitter-graphics.net/mach/b.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://text.glitter-graphics.net/mach/u.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://text.glitter-graphics.net/mach/d.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://text.glitter-graphics.net/mach/i.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://text.glitter-graphics.net/mach/d.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://text.glitter-graphics.net/mach/a.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://text.glitter-graphics.net/mach/y.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://text.glitter-graphics.net/mach/a.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://dl3.glitter-graphics.net/empty.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://text.glitter-graphics.net/mach/k.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://text.glitter-graphics.net/mach/e.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://text.glitter-graphics.net/mach/n.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://text.glitter-graphics.net/mach/c.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://text.glitter-graphics.net/mach/u.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://text.glitter-graphics.net/mach/r.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://2.bp.blogspot.com/_5lrjAf4LGLQ/SXai2w4Ky4I/AAAAAAAAAM0/EicH1PMy7k4/s200/kencur.jpeg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>SAMBANG DARAH</title>
		<link>http://tyanworld.wordpress.com/2010/01/11/sambang-darah/</link>
		<comments>http://tyanworld.wordpress.com/2010/01/11/sambang-darah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jan 2010 07:21:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyanworld</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[TANAMAN OBAT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tyanworld.wordpress.com/2010/01/11/sambang-darah/</guid>
		<description><![CDATA[Sambang Darah (Excoecaria cochinchinensis Lour.) Sinonim : Excoecaria bicolor Hassk, Familia : Euphorbiaceae Uraian : Umumnya, sambang darah di tanam di pekarangan sebagai pagar hidup atau tanaman obat, di taman-taman sebagai tanaman hias, atau tumbuh liar di hutan dan di ladang pada tempat yang terbuka atau sedikit terlindung. Tanaman yang berasal dari Indocina ini tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyanworld.wordpress.com&amp;blog=4632863&amp;post=70&amp;subd=tyanworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sambang Darah<br />
(Excoecaria cochinchinensis Lour.) </p>
<p>Sinonim :<br />
Excoecaria bicolor Hassk,</p>
<p>Familia :<br />
Euphorbiaceae</p>
<p>Uraian :<br />
Umumnya, sambang darah di tanam di pekarangan sebagai pagar hidup atau tanaman obat, di taman-taman sebagai tanaman hias, atau tumbuh liar di hutan dan di ladang pada tempat yang terbuka atau sedikit terlindung. Tanaman yang berasal dari Indocina ini tidak menyukai tanah yang tergenang air. Perdu yang tumbuh tegak ini mempunyai tinggi 0,5&#8211;1,5 m, percabangan banyak, getahnya berwarna putih dan berracun. Daun tunggal, bertangkai, helaian daun bentuknya jorong sampai lanset memanjang, ujung dan pangkal runcing, tepi bergerigi, tulang daun menyirip dan menonjol pada permukaan bawah, panjang 4&#8211;15 cm, lebar 1,5&#8211;4,5 cm, warna daun pada permukaan atas hijau tua, dan permukaan bawah merah gelap. Daun muda warnanya lebih mengilap. Bunga keluar dari ujung percabangan, bentuknya kecilkecil, warnanya kuning, tersusun dalam rangkaian berupa tandan, bunga jantan lebih banyak daripada bunga betina. Buah tiga keping, bundar, dengan diameter sekitar 1 cm. Mudah diperbanyak dengan setek batang atau cangkokan. </p>
<p>Nama Lokal :<br />
NAMA DAERAH Daun remek daging, ki sambang. NAMA ASING Ji wei mu (C). NAMA SIMPLISIA Excoecariae cochinchinensis Folium (daun sambang darah), Excoecariae cochinchinensis Radix (akar sambang darah), Excoecariae cochinchinensis Caulis (ranting sambang darah).</p>
<p>Penyakit Yang Dapat Diobati :<br />
Sambang darah rasanya pedas, sifatnya hangat, berracun. Tumbuhan ini berkhasiat membunuh parasit (parasitisid), menghilangkan gatal (antipruritik), dan penghenti perdarahan (hemostatis).</p>
<p>Pemanfaatan :</p>
<p>Komposisi :<br />
Tanin, asam behenat, triterpenoid eksokarol, silosterol. Getah mengandung resin dan senyawa yang sangat berracun.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tyanworld.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tyanworld.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tyanworld.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tyanworld.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tyanworld.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tyanworld.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tyanworld.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tyanworld.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tyanworld.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tyanworld.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tyanworld.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tyanworld.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tyanworld.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tyanworld.wordpress.com/70/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyanworld.wordpress.com&amp;blog=4632863&amp;post=70&amp;subd=tyanworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tyanworld.wordpress.com/2010/01/11/sambang-darah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afe291bcc8caa2279d58cbc04490e9f2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tyanworld</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>RUMPUT MUTIARA</title>
		<link>http://tyanworld.wordpress.com/2010/01/11/rumput-mutiara/</link>
		<comments>http://tyanworld.wordpress.com/2010/01/11/rumput-mutiara/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jan 2010 07:06:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyanworld</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[TANAMAN OBAT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tyanworld.wordpress.com/2010/01/11/rumput-mutiara/</guid>
		<description><![CDATA[Rumput Mutiara (Hedyotis Corymbosa) Sinonim : Oldenlandia corymbosa Familia : Rubiaceae Uraian : Rumput tumbuh rindang berserak, agak lemah, tinggi 15 &#8211; 50 cm, tumbuh subur pada tanah lembab di sisi jalan, pinggir selokan, mempunyai banyak percabangan. Batang bersegi, daun berhadapan bersilang, tangkal daun pendek/hampir duduk, panjang daun 2 &#8211; 5 cm, ujung runcing, tulang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyanworld.wordpress.com&amp;blog=4632863&amp;post=69&amp;subd=tyanworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rumput Mutiara (Hedyotis Corymbosa) </p>
<p>Sinonim : Oldenlandia corymbosa</p>
<p>Familia : Rubiaceae</p>
<p>Uraian :</p>
<p>Rumput tumbuh rindang berserak, agak lemah, tinggi 15 &#8211; 50 cm, tumbuh subur pada tanah lembab di sisi jalan, pinggir selokan, mempunyai banyak percabangan. Batang bersegi, daun berhadapan bersilang, tangkal daun pendek/hampir duduk, panjang daun 2 &#8211; 5 cm, ujung runcing, tulang daun satu di tengah. Ujung daun mempunyal rambut yang pendek. Bunga ke luar dari ketiak daun, bentuknya seperti payung berwarna putih, berupa bunga majemuk 2-5, tangkai bunga (induk) keras seperti kawat, panjangnya 5 10 mm. Buah built, ujungnya pecah-pecah. Rumput ini mempunyai khasiat sama seperti Hedyotis diffusa Willd. = Rumput Iidah ular = Baihua she she cao.</p>
<p>Nama Lokal :</p>
<p>- Rumput siku-siku, bunga telor belungkas (Indonesia)<br />
- Daun mutiara, rumput mutiara (Jakarta)<br />
- Katepan, urek-urek polo (Jawa)<br />
- Pengka (Makasar)<br />
- Shui xian cao (China) </p>
<p>Penyakit Yang Dapat Diobati :</p>
<p>Tonsilis, Bronkhitis, Gondongan, Pneumonia, Radang usus buntu; Hepatitis, Radang panggul, Infeksi saluran kemih, Bisul, Borok; Kanker: Lymphosarcoma, Ca lambung, Ca cervix, kanker payudara, rectum, fibrosarcoma, dan Ca nasophar; </p>
<p>Bagian Yang Dipakai : </p>
<p>Seluruh tanaman, segar atau dikeringkan.</p>
<p>Kegunaan :</p>
<p>- Tonsilitis, pharyngitis, bronchitis, pneumonia, gondongan (Mumps).<br />
- Radang usus buntu (Acute appendicitis).<br />
- Hepatitis, cholecystitis.<br />
- Penyakit radang panggul (Pelvic inflammatory disease), infeksi saluran kemih.<br />
- Bisul (carbuncle), borok,<br />
- Kanker: Lymphosarcoma, Ca lambung, Ca cervix, kanker payudara, rectum, fibrosarcoma, dan Ca nasopharynx.</p>
<p>Pemanfaatan :</p>
<p>Pemakaian Dalam :<br />
15 &#8211; 60 gr, rebus. Sudah dibuat tablet, granule, dan obat suntik.</p>
<p>Pemakaian Luar :<br />
- Memar, pyodermi, gigitan ular, tersiram air panas, tulang patah, terkilir : Lumatkan herba segar, untuk dibubuhkan di tempat yang sakit.</p>
<p>- Tersiram air panas : Herba segar secukupnya direbus, untuk cuci.</p>
<p>Cara Pemakaian :</p>
<p>(1). Radang usus buntu (Acute simple appendicitis) dan peritonitis lokal yang ringan :<br />
60 gr herba direbus, dibagi untuk 2 &#8211; 3 X minum, selama 6 &#8211; 8 hari. Pada kasus berat, harus dengan campuran lain.</p>
<p>(2). Sumbatan saluran sperma (Epididymic stasis):<br />
30 gr herba ini direbus, minum selama 3 &#8211; 4 minggu, pada kasus-kasus nyeri buah zakar akibat gumpalan sperma setelah dilakukan pengikatan saluran epididymis.</p>
<p>(3). Kanker :<br />
30 &#8211; 60 gr direbus, minum. Ditambahkan pada pengobatan convensional/obat anti neoplastic, baik bersama-sama atau diberikan berseling.</p>
<p>Efek Yang Menyimpang </p>
<p>Beberapa penderita merasakan mulut kering setelah pemakaian selama 10 hari. Suntikan dosis tinggi menyebabkan penurunan sel darah putih yang ringan, dan kembali normal setelah 3 &#8211; 5 hari obat dihentikan. Beberapa kasus chronic asthmatic bronchitis menyebabkan nervous.</p>
<p>Komposisi </p>
<p>Sifat Kimiawi Dan Efek Farmkologis </p>
<p>Rasa manis, sedikit pahit, lembut, netral, agak dingin. Menghilangkan panas, anti-radang, diuretik, menyembuhkan bisul (anti carbuncular), menghilangkan panas dan toxin, mengaktifkan circulasi darah. </p>
<p>Kandungan Kimia </p>
<p>Baihua she-she cao mengandung: Hentriacontane, stigmasterol, ursolic acid, oleanolic acid, Beta-sitosterol, sitisterol-D-glucoside, p-coumaric acid, flavonoid glycosides, dan baihuasheshecaosu (kemungkinan analog coumarin).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tyanworld.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tyanworld.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tyanworld.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tyanworld.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tyanworld.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tyanworld.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tyanworld.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tyanworld.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tyanworld.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tyanworld.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tyanworld.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tyanworld.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tyanworld.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tyanworld.wordpress.com/69/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyanworld.wordpress.com&amp;blog=4632863&amp;post=69&amp;subd=tyanworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tyanworld.wordpress.com/2010/01/11/rumput-mutiara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afe291bcc8caa2279d58cbc04490e9f2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tyanworld</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>INGGU</title>
		<link>http://tyanworld.wordpress.com/2009/06/11/inggu/</link>
		<comments>http://tyanworld.wordpress.com/2009/06/11/inggu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2009 05:05:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyanworld</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[TOGA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tyanworld.wordpress.com/2009/06/11/inggu/</guid>
		<description><![CDATA[TANAMAN OBAT INDONESIA Pencarian per Nama Penyakit: Inggu (Ruta angustifolia [L.] Pers.) Sinonim : = R. chalepensis L. var. angustifolia. = R. graveolens. Familia : Rutaceae Uraian : lnggu berasal dari Eropa Selatan dan Afrika Utara. Di Jawa, tumbuhan yang dapat menimbulkan iritasi lokal ini sering ditanam di kebun pada daerah pegunungan sampai ketinggian 1.000 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyanworld.wordpress.com&amp;blog=4632863&amp;post=65&amp;subd=tyanworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>     TANAMAN OBAT INDONESIA</p>
<p>    Pencarian per Nama Penyakit:</p>
<p>        Inggu<br />
        (Ruta angustifolia [L.] Pers.) </p>
<p>        Sinonim :<br />
        = R. chalepensis L. var. angustifolia. = R. graveolens.</p>
<p>        Familia :<br />
        Rutaceae</p>
<p>    Uraian :<br />
    lnggu berasal dari Eropa Selatan dan Afrika Utara. Di Jawa, tumbuhan yang dapat menimbulkan iritasi lokal ini sering ditanam di kebun pada daerah pegunungan sampai ketinggian 1.000 m dpl. Terna, tumbuh tegak, tinggi mencapai 1,5 m, batang berkayu, silindris, ramping. Percabangan banyak, lemah, seluruh bagian bila diremas berbau tidak sedap. Daun majemuk menyirip ganda, letaknya berseling, dengan anak daun lanset atau bulat telur sungsang, pangkal menyempit, ujung tumpul, tepi rata, pertulangan tidak jelas, panjang 8 &#8211; 20 mm, lebar 2 &#8211; 6 mm, warnanya hijau muda. Bunga majemuk dalam malai rata, keluar di ujung ranting, dengan mahkota berbentuk rnangkok warna kuning terang. Buah kecil, lonjong, terbagi menjadi 4 &#8211; 5 kotak, warnanya cokelat. Biji kecil berbentuk ginjal, warnanya hitam. Di Eropa dikenal sebagai turnbuhan obat penolak guna-guna. Minyak esensialnya digunakan untuk pembuatan parfum dan kosmetik. Perbanyakan dengan setek batang.</p>
<p>    Nama Lokal :<br />
    Inggu (Sunda), godong minggu (Jawa). aruda (Sumatera).; Anruda busu (Makasar).; Raute (Jerman), ruta (Italia), wijnruit (Belanda),; Common rue herb, rue, herb of grace (Inggris).;</p>
<p>        Penyakit Yang Dapat Diobati :<br />
        Demam, influenza, batuk, radang paru, ayan (epilepsi), hepatitis; Kejang pada anak, kecikutan (singultus, hiccup), kolik, cacingan,; Histeri (hysteria), nyeri ulu hati, nyeri dada dan hernia, bisul,; Haid tidak teratur, tidak datang haid (amenorrrhea),; Radang kulit bernanah, memar akibat benturan benda keras, ; Gigitan ular berbisa dan serangga, Keracunan obat atau racun,; Pelebaran pembuluh darah balik (vena varikosa),; Radang vena (flebitis).;</p>
<p>        Pemanfaatan :<br />
        BAGIAN YANG DIGUNAKAN : Seluruh herba dapat digunakan baik dalam bentuk segar atau yang telah dikeringkan. Pengeringan dilakukan dengan cara dijemur memakai naungan. Herba ini rasanya memualkan. INDIKASI : Herba ini dapat mengatasi: &#8211; demam, influenza, &#8211; batuk, radang paru, &#8211; kejang pada anak, ayan (epilepsi), &#8211; kecikutan (singultus, hiccup), kolik, &#8211; histeri (hysteria), &#8211; menghilangkan nyeri, seperti nyeri ulu hati, dada, dan hernia, &#8211; hepatitis, &#8211; haid tidak teratur, tidak datang haid (amenorrhoea), &#8211; ekzema pada anak, bisul, radang kulit bernanah, &#8211; memar akibat terbentur benda keras, &#8211; gigitan ularberbisa dan serangga, &#8211; keracunan obat atau racun lain yang mematikan, &#8211; radang vena (flebitis), pelebaran pembuluh darah balik (vena varikosa), dan &#8211; cacingan. CARA PEMAKAIAN : Herba sebanyak 10 &#8211; 15 g direbus, lalu minum. Untuk pemakaian luar, herba segar digiling atau ditemas-remas, lalu dibubuhkan pada bagian tubuh yang sakit seperti pengobatan pada sakit kepala, kejang pada anak, ketombe, gudig, sakit telinga, sakit gigi, bisul, memar, dan rematik. Oleh karena herba ini rasanya pedas maka pemakaian lokal yang terlalu banyak dapat menyebabkan warna kulit menjadi merah, membengkak, dan kadang timbul lepuh (buila). Minyak asirinya juga dapat digunakan sebagai minyak gosok untuk menghilangkan rasa nyeri pada bagian tubuh yang sakit. CONTOH PEMAKAIAN : 1. Demam Sebanyak 1/2 genggam herba inggu segar dicuci bersih lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai air rebusannya tersisa 3/4 bagian. Setelah dingin Lalu disaring, dapat ditambah madu sebelum diminum. Sehari 3 kali, masing-masing 3/4 gelas. 2. Kejang pada anak a. Sebanyak 15 &#8211; 20 g daun inggu segar dicuci bersih Lalu potong- potong seperlunya. Rebus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 2 kali minum, yaitu pagi dan sore hari. b. Sebanyak 10 lembar daun inggu dicuci bersih dan digiling sampai halus. Tambahkan cuka seperlunya, remas sampai merata. Setelah selesai, adonan tadi dipakai untuk mengompres ubun-ubun anak yang sedang kejang. 3. Nyeri ulu hati : Sebanyak 1 5 g herba inggu segar dicuci dan direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, Lalu diminum sekaligus. 4. Merangsang haid : Sebanyak 28 g herba inggu kering direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, siap untuk dirninum. Setiap kali minum cukup 1/2 gelas. 5. Kecikukan : Sebanyak 3/5 genggam daun inggu dicuci, Lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai airnya menjadi 3/4 bagian. Setelah dingin disaring, siap untuk diminum. Sehari 3 kali, masing-masing 3/4 gelas. Setiap kali minum dapat ditambah madu secukupnya. 6. Sakit telinga Tiga genggam daun inggu segar dicuci bersih lalu dibilas dengan air matang. Tumbuk sampai halus, kemudian peras dengan sepotong kain. Air perasannya diteteskan pada telinga yang sakit. 7. Sakit kepala : Satu genggam daun inggu segar dicuci bersih lalu ditumbuk sampai lumat. Hasilnya dibagi dua sama banyak, tempelkan pada kedua pelipis. 8. Sakit gigi : Tiga lembar daun inggu segar dicuci bersih Lalu dibilas dengan air matang. Lumatkan dengan jari sampai lunak. Masukkan ke dalam lubang gigi lalu ditutup dengan kapas. 9. Ketombe, gudig : Segenggarn daun segar, sepotong kunyit dan 1 sendok teh beras dicuci bersih Lalu digiling halus sampai seperti bubur. Gosokkan pada kulit kepala atau kulit yang terkena gudig. 10. Bisul Segenggam daun inggu dicuci bersih lalu digiling halus. Hasil gilingannya diperas dan air perasannya ini dicampur dengan bubuk indigo. Gunakan untuk memoles bisul. 11. Hepatitis ; Daun inggu segar sebanyak 1/3 genggam dicuci bersih, Lalu tambahkan 3 gelas air bersih kemudian direbus sampai aimya tersisa separo. Set</p>
<p>        Komposisi :<br />
        SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Herba rasanya pedas, agak pahit, dingin. Minyak asirinya mengandung oleum rutae, rasanya pahit, pedas dan memualkan, larut dalam air, tetapi tidak larut dalam alkohol dan eter. . KANDUNGAN KIMIA : Minyak asiri mengandung metil-nonilketone sampai 90%, ketone, pinena, 1-limonena, cineol, asam rutinat, kokusaginin, edulinine, skimmianine, bergapten, graveoline, graveolinine, asam modic, rutin, rhamno glikosid, quersetin flavenol, xanthotoxin, sedikit tanin. Minyak asiri digunakan juga pada industri kosmetika, seperti pembuatan sabun, krim, dan wangi-wangian. Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian 1. Sejurnlah percobaan pada binatang menunjukkan bahwa zat berkhasiat furoquinoline alkaloid skimmianine dapat menyebabkan keguguran. Hal ini diduga akibat efek stimulasi langsung pada otot kandungan (uterus). 2. Dari penelitian perkembangan folikel ovarium mencit pada periode pasca-lahir yang diberikan suntikan ekstrak daun inggu dengan dosis 8 mg/100 g bb, temyata pada ovarium mencit berumur 21, 35, dan 49 hari terjadi penurunan jumiah folikel primer, sekunder dan de Graaf, sedangjumlah folikel atresia meningkat. Hal ini diduga karena inggu bersifat estrogenik (Maria Esti Taruni, Fakultas B iologi UGM, 1993). 3. Pemberian ekstrak daun inggu subkutan pada mencit dengan kehamilan 4 &#8211; 5 hari dengan dosis 0,08 mglg bb, pada uterus tampak peningkatan vaskularisasi, hemoragi, hiperplasia endometrium, perubahan glandula uterina, edema lamina propria endometrium, tidak terbentuknya sel raksasa, dan tebal miometrium bertambah. Keadaan tersebut hampir sama dengan pemberian estradiol benzoas (Flora Rumiati, Fakultas Biologi UGM, 1993).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tyanworld.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tyanworld.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tyanworld.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tyanworld.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tyanworld.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tyanworld.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tyanworld.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tyanworld.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tyanworld.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tyanworld.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tyanworld.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tyanworld.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tyanworld.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tyanworld.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyanworld.wordpress.com&amp;blog=4632863&amp;post=65&amp;subd=tyanworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tyanworld.wordpress.com/2009/06/11/inggu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afe291bcc8caa2279d58cbc04490e9f2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tyanworld</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TANAMAN TOGA</title>
		<link>http://tyanworld.wordpress.com/2009/06/11/tanaman-toga/</link>
		<comments>http://tyanworld.wordpress.com/2009/06/11/tanaman-toga/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2009 05:01:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyanworld</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[TANAMAN OBAT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tyanworld.wordpress.com/2009/06/11/tanaman-toga/</guid>
		<description><![CDATA[Mengenal Tanaman Obat Keluarga Pengertian TOGA Toga adalah singkatan dari tanaman obat keluarga. Tanaman obat keluarga pada hakekatnya sebidang tanah baik di halaman rumah, kebun ataupun ladang yang digunakan untuk membudidayakan tanaman yang berkhasiat sebagai obat dalam rangka memenuhi keperluan keluarga akan obat-obatan. Kebun tanaman obat atau bahan obat dan selanjutnya dapat disalurkan kepada masyarakat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyanworld.wordpress.com&amp;blog=4632863&amp;post=64&amp;subd=tyanworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengenal Tanaman Obat Keluarga</p>
<p>Pengertian TOGA</p>
<p>Toga adalah singkatan dari tanaman obat keluarga. Tanaman obat keluarga pada hakekatnya sebidang tanah baik di halaman rumah, kebun ataupun ladang yang digunakan untuk membudidayakan tanaman yang berkhasiat sebagai obat dalam rangka memenuhi keperluan keluarga akan obat-obatan. Kebun tanaman obat atau bahan obat dan selanjutnya dapat disalurkan kepada masyarakat , khususnya obat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.</p>
<p>Pemanfaatan Tanaman Obat</p>
<p>Sejak terciptanya manusia di permukaan bumi, telah diciptakan pula alam sekitarnya mulai dari sejak itu pula manusia mulai mencoba memanfaatkan alam sekitarnya untuk memenuhi keperluan alam bagi kehidupannya, termasuk keperluan obat-obatan untuk mengatasi masalah-masalah kesehatan. Kenyataan menunjukkan bahwa dengan bantuan obat-obatan asal bahan alam tersebut, masyarakat dapat mengatasi masalah-masalah kesehatan yang dihadapinya. Hal ini menunjukkan bahwa obat yang berasal dari sumber bahan alam khususnya tanaman telah memperlihatkan peranannya dalam penyelenggaraan upaya-upaya kesehatan masyarakat.</p>
<p>Pemanfaatan TOGA yang digunakan untuk pengobatan gangguan kesehatan keluarga menurut gejala umum adalah:</p>
<p>1. Demam panas</p>
<p>2. Batuk</p>
<p>3. Sakit perut</p>
<p>4. Gatal-gatal</p>
<p>Jenis-jenis Tanaman Untuk TOGA</p>
<p>Jenis tanaman yang harus dibudidayakan untuk tanaman obat keluarga adalah jenis-jenis tanaman yang memenuhi kriteria sebagai berikut:</p>
<p>a. Jenis tanaman disebutkan dalam buku pemanfaatan tanaman obat.</p>
<p>b. Jenis tanaman yang lazim digunakan sebagai obat didaerah pemukiman.</p>
<p>c. Jenis tanaman yang dapat tumbuh dan hidup dengan baik di daerah pemukiman.</p>
<p>d. Jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain misalnya: buah-buahan dan bumbu masak</p>
<p>e. Jenis tanaman yang hampir punah</p>
<p>f. Jenis tanaman yang masih liar</p>
<p>g. Jenis tanaman obat yang disebutkan dalam buku pemanfaatan tanaman adalah tanaman yang sudah lazim di tanam di pekarangan rumah atau tumbuh di daerah pemukiman.</p>
<p>Fungsi Toga</p>
<p>Salah satu fungsi Toga adalah sebagai sarana untuk mendekatkan tanaman obat kepada upaya-upaya kesehatan masyarakat yang antara lain meliputi:</p>
<p>1. Upaya preventif (pencegahan)</p>
<p>2. Upaya promotif (meniungkatkan derajat kesehatan)</p>
<p>3. Upaya kuratif (penyembuhan penyakit)</p>
<p>Selain fungsi diatas ada juga fungsi lainnya yaitu:</p>
<p>1. Sarana untuk memperbaiki status gizi masyarakat, sebab banyak tanaman obat yang dikenal sebagai tanaman penghasil buah-buahan atau sayur-sayuran misalnya lobak, saledri, pepaya dan lain-lain.</p>
<p>2. Sarana untuk pelestarian alam.</p>
<p>3. Apabila pembuatan tanaman obat alam tidak diikuti dengan upaya-upaya pembudidayaannya kembali, maka sumber bahan obat alam itu terutama tumbuh-tumbuhan akan mengalami kepunahan.</p>
<p>4. Sarana penyebaran gerakan penghijauan.</p>
<p>5. Untuk menghijaukan bukit-bukit yang saat ini mengalami penggundulan, dapat dianjurkan penyebarluasan penanaman tanaman obat yang berbentuk pohon-pahon misalnya pohon asam, pohon kedaung, pohon trengguli dan lain-lain.</p>
<p>6. Sarana untuk pemertaan pendapatan.</p>
<p>7. Toga disamping berfungsi sebagai sarana untuk menyediakan bahan obat bagi keluarga dapat pula berfungsi sebagai sumber penghasilan bagi keluarga tersebut.</p>
<p>8. Sarana keindahan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tyanworld.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tyanworld.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tyanworld.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tyanworld.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tyanworld.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tyanworld.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tyanworld.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tyanworld.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tyanworld.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tyanworld.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tyanworld.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tyanworld.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tyanworld.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tyanworld.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyanworld.wordpress.com&amp;blog=4632863&amp;post=64&amp;subd=tyanworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tyanworld.wordpress.com/2009/06/11/tanaman-toga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afe291bcc8caa2279d58cbc04490e9f2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tyanworld</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MANGGA</title>
		<link>http://tyanworld.wordpress.com/2009/06/03/mangga/</link>
		<comments>http://tyanworld.wordpress.com/2009/06/03/mangga/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 03:06:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyanworld</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[BUDIDAYA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tyanworld.wordpress.com/2009/06/03/mangga/</guid>
		<description><![CDATA[BUDIDAYA MANGGA 1PENDAHULUAN Produksi mangga pada saat ini belum mampu memenuhi permintaan pasar, khususnya pasar luar negeri. Ketidakmampuan ini bukan hanya disebabkan produktivitas rendah tetapi juga kualitasnya masih kurang. Kondisi ini disebabkan oleh penerapan teknologi budidaya yang belum optimal. Memperhatikan hal tersebut PT. NATURAL NUSANTARA membantu peningkatan produksi secara kuantitas , kualitas dan kelestarian (Aspek [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyanworld.wordpress.com&amp;blog=4632863&amp;post=63&amp;subd=tyanworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">BUDIDAYA MANGGA</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-66" title="MANGGA MERAH ALIAS POH BARAK" src="http://tyanworld.files.wordpress.com/2009/06/mangga-merah-alias-poh-barak.jpg?w=260&#038;h=300" alt="MANGGA MERAH ALIAS POH BARAK" width="260" height="300" /></p>
<p>1PENDAHULUAN<br />
Produksi mangga pada saat ini belum mampu memenuhi permintaan pasar, khususnya pasar luar negeri. Ketidakmampuan ini bukan hanya disebabkan produktivitas rendah tetapi juga kualitasnya masih kurang. Kondisi ini disebabkan oleh penerapan teknologi budidaya yang belum optimal.<br />
Memperhatikan hal tersebut PT. NATURAL NUSANTARA membantu peningkatan produksi secara kuantitas , kualitas dan kelestarian (Aspek K-3). sehingga petani mampu bersaing di era pasar bebas.<br />
AGROEKOLOGI<br />
Tanaman mangga tumbuh baik pada ketinggian 50-300 m dpl pada lapisan tanah tebal dan struktur tanah remah dan berbutir-butir.<br />
VARIETAS<br />
Varietas yang bernilai jual tinggi antara lain Gadung 21 atau Arumanis 143. Varietas lainnya adalah Manalagi 69, Lalijiwo, Chokanan dan Golek 31.<br />
PERSIAPAN LAHAN<br />
Lubang tanam dibuat 1-2 bulan sebelum tanam,ukuran 1 m x 1m x 1 m dan jarak tanam 6 m x 8 m. Dua minggu sebelum pelaksanaan tanam, tanah galian dimasukkan kembali ke dalam lubang tanam dengan campur pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1. Akan lebih optimal siram SUPERNASA (0,5 sdm / + 5 lt air/pohon).<br />
PENANAMAN<br />
Penanaman di awal musim hujan. Sebelum bibit ditanam kantong plastik dilepas. Kedalaman tanam + 15-20 cm diatas leher akar dan tanah disekitar tanaman ditekan ke arah tanaman agar tidak roboh. Tanaman diberi naungan dengan posisi miring ke barat dan selanjutnya dikurangi sedikit demi sedikit.<br />
PEMUPUKAN<br />
~ Pupuk Kandang (PK) diberikan 1 kali pada awal musim hujan. Caranya dibenamkan disekitar pohon selebar tajuk tanaman atau menggali lubang pada sisi tanaman. Mangga umur 1 &#8211; 5 tahun diberi 30 kg PK, umur 6 &#8211; 15 tahun diberi 60 kg PK. Akan lebih optimal jika ditambahkan ~ ~ SUPERNASA atau jika pupuk kandang sulit dapat digunakan SUPERNASA dengan dosis :<br />
- Alternatif 1 : 0,5 sendok makan/ 5 lt air per tanaman.<br />
- Alternatif 2 : 1 botol SUPER NASA encerkan dalam 2 lt (2000 ml) air jadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 lt air diberi 20 ml larutan induk tadi untuk menyiram per pohon.<br />
~ Pemberian SUPERNASA selanjutnya dapat diberikan setiap 3 &#8211; 4 bulan sekali.<br />
~ Penyemprotan POC NASA (4-5 ttp/tangki) atau lebih optimal POC NASA (3-4 ttp) + HORMONIK (1 ttp ) per tangki setiap 1 &#8211; 3 bulan sekali.<br />
~ Pupuk NPK 2 kali setahun di awal (Nopember &#8211; Desember), akhir musim hujan (April &#8211; Mei) dosis sbb:<br />
Umur (th)<br />
PK<br />
(kg)<br />
Dosis Pupuk Makro (KG/Pohon)<br />
ZA<br />
TSP<br />
KCl<br />
1 – 3<br />
20 – 30<br />
0.5 – 1<br />
0.25-0.5<br />
0.25-0.5<br />
4 &#8211; 6<br />
30 – 40<br />
1 – 2<br />
0.5 – 1<br />
0.5 – 1<br />
7 – 10<br />
50 – 60<br />
2 – 3<br />
1 – 1.5<br />
1 – 1.5<br />
&gt; 10<br />
50 – 60<br />
3 – 4<br />
1.5 – 2<br />
1.5 – 2<br />
PEMANGKASAN<br />
Pangkas Bentuk (3 tahap) :<br />
Tahap I : umur 1 tahun setelah tanam pada musim hujan dengan memotong batang setinggi 50 &#8211; 60 cm dari permukaan tanah dan pemotongan di atas bidang sambungan. Dari cabang yang tumbuh dipelihara 3 cabang yang arahnya menyebar.<br />
Tahap II : pemangkasan dilakukan pada ketiga cabang yang tumbuh tersebut setelah berumur 2 tahun, caranya menyisakan 1 &#8211; 2 ruas/pupus. Tunas yang tumbuh pada masing-masing cabang dipelihara 3 tunas. Jika lebih dibuang. Tahapan pemangkasan tersebut akan diperoleh pohon dengan rumus cabang 1- 3 &#8211; 9.<br />
Tahap III : umur 3 tahun, cara sama seperti tahap II, tetapi tunas yang tumbuh dipelihara semua untuk produksi.<br />
PANGKAS PRODUKSI<br />
Pemangkasan ini untuk memelihara tanaman dengan memotong cabang mati / kering, cabang yang tumbuh ke dalam dan ke bawah serta cabang air yaitu cabang muda yang tidak akan menghasilkan buah. Pemangkasan produksi dilaksanakan segera setelah panen.<br />
PENDANGIRAN<br />
Dilakukan 2 kali dalam setahun pada awal dan akhir musim hujan, dengan membalik tanah (pembumbunan) di sekitar kaca tanaman agar patogen yang ada dalam tanah mati.<br />
MULCHING (MULSA)<br />
Pemberian mulsa di akhir musim hujan, menggunakan jerami / sisa-sisa bekas pangkasan / tanaman sela.<br />
PENGENDALIAN GULMA<br />
Pengendalian gulma dilakukan minimal 3 kali setahun.<br />
INDUKSI BUNGA<br />
Untuk merangsang pembungaan digunakan Pupuk Organik Padat SUPER NASA dengan dosis 1-2 sendok/pohon dicampur 10 liter air disiramkan secara merata di bawah kanopi pohon setelah pupus kedua ( Februari-Maret) dan disemprot POC NASA (3-4 ttp/tangki) + HORMONIK (1 ttp) per tangki.<br />
PENGELOLAAN BUNGA DAN BUAH<br />
Pengelolaan bunga dan buah dilakukan 4 kali, pada saat bud break, bud elongation, mango size (kacang hijau) dan marble size (jagung). Pupuk yang digunakan :<br />
1. Monokalsium Phospat ( MKP ) diberikan sebelum muncul tunas baru atau bud break dan pada saat bud break atau bud elongation (dosis 2,5 gr/liter).<br />
2. POC NASA diberikan saat bud break, bud elongation, (dosis 4-5 tutup/tangki).<br />
3. POC NASA (3-4 ttp) + HORMONIK (1 ttp) per tangki diberikan pada saat mango size dan marble size.<br />
HAMA DAN PENYAKIT<br />
a. Tip Borer, Clumetia transversa<br />
Ulat ini menggerek pucuk yang masih muda (flush) dan malai bunga dengan mengebor/menggerek tunas atau malai menuju ke bawah. Tunas daun atau malai bunga menjadi layu, kering akibatnya rusak dan transportasi unsur hara terhenti kemudian mati. Pengendalian; cabang tunas terinfeksi dipotong lalu dibakar, pendangiran untuk mematikan pupa, penyemprotan dengan PESTONA.<br />
b. Thrips ( Scirtothrips dorsalis )<br />
Hama ini sering disebut thrips bergaris merah karena pada segment perut yang pertama terdapat suatu garis merah. Hama ini selain menyerang daun muda juga bunga dengan menusuk dan menghisap cairan dari epidermis daun dan buah. Tempat tusukan bisa menjadi sumber penyakit. Daun kelihatan seperti terbakar, warna coklat dan menggelinting. Apabila bunga diketok-ketok dengan tangan dan dibawahnya ditaruh alas dengan kertas putih akan terlihat banyak thrips yang jatuh. Pengendalian : tunas muda terserang dipotong lalu dibakar, tangkap dengan perangkap warna kuning, pemangkasan teratur, penyemprotan dengan BVR atau PESTONA<br />
c. Ulat Phylotroctis sp.<br />
Warna sedikit coklat (beda dengan Clumetia sp. yang warnanya hijau) sering menggerek pangkal calon malai bunga. Telur Phyloctroctis sp. menetas dan dewasa menyerang tangkai buah muda (pentil). Buah muda gugur karena lapisan absisi pada tangkai buah bernanah kehitaman. Aktif pada malam hari. Pengendalian dengan PESTONA.<br />
d. Seed Borer, Noorda albizonalis<br />
Hama ini menggerek buah pada bagian ujung atau tengah dan umumnya meninggalkan bekas kotoran dan sering menyebabkan buah pecah. Ulat ini langsung menggerek biji buah akibatnya buah busuk dan jatuh. Berbeda dengan Black Borer yang menggerek buah pada bagian pangkal buah. Lubang gerekan dapat sebagai sumber penyakit. Pengendalian : pembungkusan buah, kumpulkan buah terserang lalu dibakar, semprot dengan PESTONA.</p>
<p>e. Wereng mangga ( Idiocerus sp.)<br />
Serangan terjadi saat malai bunga stadia bud elongation. Nimfa dan wereng dewasa menyerang secara bersamaan dengan menghisap cairan pada bunga, sehingga kering, penyerbukan dan pembentukan buah terganggu kemudian mati. Serangan parah terjadi jika didukung cuaca panas yang lembab. Hama ini dapat mengundang tumbuh dan berkembangnya penyakit embun jelaga (sooty mold) dengan dikeluarkan embun madu dari wereng yang dapat menyebabkan phytotoxic pada tunas, daun dan bunga. Pengendalian : pengasapan, penyemprotan BVR/PESTONA sebelum bunga mekar/pada sore hari.</p>
<p>f. Lalat Buah ( Bractocera dorsalis )<br />
Buah yang terserang mula-mula tampak titik hitam, di sekitar titik menjadi kuning, buah busuk serta terjadi perkembangan larva. Bersifat agravator yaitu memungkinkan serangan hama sekunder (Drosophilla sp.), jamur dan bakteri. Pengendalian : pembungkusan buah , pemasangan perangkap lalat buah.</p>
<p>g. Penyakit Antraknose (Colletotrichum sp.)<br />
Terjadi bintik-bintik hitam pada flush, daun, malai dan buah. Serangan menghebat jika terlalu lembab, banyak awan, hujan waktu masa berbunga dan waktu malam hari timbul embun yang banyak. Apabila bunganya terserang maka seluruh panenan akan gagal karena bunga menjadi rontok. Pengendalian : pemangkasan, penanaman jangan terlalu rapat, bagian tanaman terserang dikumpulkan dan dibakar.</p>
<p>h. Penyakit Recife, Diplodia recifensis<br />
Penyakit ini disebut juga Blendok, vektor penyakit ini adalah kumbang Xyleborus affinis. Kumbang ini membuat terowongan di batang/cabang kemudian dan cendawan Diplodia masuk ke dalam terowongan. Di luar tempat kumbang menggerek akan keluar blendok (getah). Penyakit mangga lainnya seperti embun jelaga (jamur Meliola mangiferae), kudis/scab (Elsinoe mangiferae), bercak karat merah (ganggang Cephaleuros sp.)</p>
<p>Catatan : Jika Pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, dapat digunakan pestisida kimia sesuai anjuran. Agar penyemprotan lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810 dosis + 5 ml (0,5 tutup)per tangki. Penyemprotan herbisida (untuk gulma) agar lebih efektif dan efisien dapat di campur Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki</p>
<p>PANEN DAN PASCA PANEN<br />
Panen dilakukan pada umur + 97 hari setelah bunga mekar, buah berbedak, dan pada jam 09.00 &#8211; 16.00 WIB dengan menyisakan tangkai buah sekitar 0,5 &#8211; 1 cm.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tyanworld.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tyanworld.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tyanworld.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tyanworld.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tyanworld.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tyanworld.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tyanworld.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tyanworld.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tyanworld.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tyanworld.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tyanworld.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tyanworld.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tyanworld.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tyanworld.wordpress.com/63/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyanworld.wordpress.com&amp;blog=4632863&amp;post=63&amp;subd=tyanworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tyanworld.wordpress.com/2009/06/03/mangga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afe291bcc8caa2279d58cbc04490e9f2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tyanworld</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tyanworld.files.wordpress.com/2009/06/mangga-merah-alias-poh-barak.jpg?w=260" medium="image">
			<media:title type="html">MANGGA MERAH ALIAS POH BARAK</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BAWANG MERAH</title>
		<link>http://tyanworld.wordpress.com/2008/09/12/bawang-merah/</link>
		<comments>http://tyanworld.wordpress.com/2008/09/12/bawang-merah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2008 08:40:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyanworld</dc:creator>
				<category><![CDATA[sayur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tyanworld.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[BUDIDAYA BAWANG MERAH Bawang merah (Allium cepa) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Agar sukses budidaya bawang merah kita dihadapkan dengan berbagai masalah (resiko) di lapangan. Diantaranya cara budidaya, serangan hama dan penyakit, kekurangan unsur mikro, dll yang menyebabkan produksi menurun. Memperhatikan hal tersebut, PT. NATURAL NUSANTARA berupaya membantu penyelesaian permasalahan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyanworld.wordpress.com&amp;blog=4632863&amp;post=44&amp;subd=tyanworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1><span style="color:#000080;">BUDIDAYA BAWANG MERAH</span></h1>
<p><span style="color:#0000ff;">Bawang merah (Allium cepa) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Agar sukses budidaya bawang merah kita dihadapkan dengan berbagai masalah (resiko) di lapangan. Diantaranya cara budidaya, serangan hama dan penyakit, kekurangan unsur mikro, dll yang menyebabkan produksi menurun. Memperhatikan hal tersebut, PT. NATURAL NUSANTARA berupaya membantu penyelesaian permasalahan tersebut. Salah satunya dengan peningkatan produksi bawang merah secara kuantitas, kualitas dan kelestarian ( K &#8211; 3 ), sehingga petani dapat berkarya dan berkompetisi di era perdagangan bebas.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">A. PRA TANAM</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> 1. Syarat Tumbuh</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> Bawang merah dapat tumbuh pada tanah sawah atau tegalan, tekstur sedang sampai liat. Jenis tanah Alluvial, Glei Humus atau Latosol, pH 5.6 &#8211; 6.5, ketinggian 0-400 mdpl, kelembaban 50-70 %, suhu 25-320 C</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">2. Pengolahan Tanah</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> Pupuk kandang disebarkan di lahan dengan dosis 0,5-1 ton/ 1000 m2</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> Diluku kemudian digaru (biarkan + 1 minggu)</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> Dibuat bedengan dengan lebar 120 -180 cm</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> Diantara bedengan pertanaman dibuat saluran air (canal) dengan lebar 40-50 cm dan kedalaman 50 cm.</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> Apabila pH tanah kurang dari 5,6 diberi Dolomit dosis + 1,5 ton/ha disebarkan di atas bedengan dan diaduk rata dengan tanah lalu biarkan 2 minggu.</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> Untuk mencegah serangan penyakit layu taburkan GLIO 100 gr (1 bungkus GLIO) dicampur 25-50 kg pupuk kandang matang, diamkan 1 minggu lalu taburkan merata di atas bedengan. &#8216;</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">3. Pupuk Dasar</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> Berikan pupuk : 2-4 kg Urea + 7-15 kg ZA + 15-25 kg SP-36 secara merata diatas bedengan dan diaduk rata dengan tanah.</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> Atau jika dipergunakan Pupuk Majemuk NPK (15-15-15) dosis ± 20 kg/ 1000 m2 dicampur rata dengan tanah di bedengan.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Siramkan pupuk SUPER NASA yang telah dicampur air secara merata di atas bedengan dengan dosis ± 10 botol/1000 m2 dengan cara :</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> &#8211; alternatif 1 : 1 botol Super Nasa diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> &#8211; alternatif 2 : setiap 1 gembor volume 10 lt diberi 1 sendok peres makan Super Nasa untuk menyiram 5-10 meter bedengan.</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> Biarkan selama 5 &#8211; 7 hari</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">4. Pemilihan Bibit</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> &#8211; Ukuran umbi bibit yang optimal adalah 3-4 gram/umbi.</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> &#8211; Umbi bibit yang baik yang telah disimpan 2-3 bulan dan umbi masih dalam ikatan (umbi masih ada daunnya)</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> &#8211; Umbi bibit harus sehat, ditandai dengan bentuk umbi yang kompak (tidak keropos), kulit umbi tidak luka (tidak terkelupas atau berkilau)</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">B. FASE TANAM</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> 1. Jarak Tanam</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> Pada Musim Kemarau, 15 x 15 cm, varietas Ilocos, Tadayung atau Bangkok</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> Pada Musim Hujan 20 x 15 cm varietas Tiron</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">2. Cara Tanam</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> Umbi bibit direndam dulu dalam larutan NASA + air ( dosis 1 tutup/lt air )</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> Taburkan GLIO secara merata pada umbi bibit yg telah direndam NASA</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> Simpan selama 2 hari sebelum tanam</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> Pada saat tanam, seluruh bagian umbi bibit yang telah siap tanam dibenamkan ke dalam permukaan tanah. Untuk tiap lubang ditanam satu buah umbi bibit.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">C. AWAL PERTUMBUHAN ( 0 &#8211; 10 HST )</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> 1. Pengamatan Hama</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> Waspadai hama Ulat Bawang ( Spodoptera exigua atau S. litura), telur diletakkan pada pangkal dan ujung daun bawang merah secara berkelompok, maksimal 80 butir. Telur dilapisi benang-benang putih seperti kapas.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Kelompok telur yang ditemukan pada rumpun tanaman hendaknya diambil dan dimusnahkan. Populasi diatas ambang ekonomi kendalikan dengan VIREXI atau VITURA . Biasanya pada bawang lebih sering terserang ulat grayak jenis Spodoptera exigua dengan ciri terdapat garis hitam di perut /kalung hitam di leher, dikendalikan dengan VIREXI.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Ulat tanah . Ulat ini berwarna coklat-hitam. Pada bagian pucuk /titik tumbuhnya dan tangkai kelihatan rebah karena dipotong pangkalnya. Kumpulan ulat pada senja/malam hari. Jaga kebersihan dari sisa-sisa tanaman atau rerumputan yang jadi sarangnya. Semprot dengan PESTONA.</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> Penyakit yang harus diwaspadai pada awal pertumbuhan adalah penyakit layu Fusarium. Gejala serangan penyakit ini ditandai dengan menguningnya daun bawang, selanjutnya tanaman layu dengan cepat (Jawa : ngoler). Tanaman yang terserang dicabut lalu dibuang atau dibakar di tempat yang jauh. Preventif kendalikan dengan GLIO.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">2. Penyiangan dan Pembumbunan</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> Penyiangan pertama dilakukan umur 7-10 HST dan dilakukan secara mekanik untuk membuang gulma atau tumbuhan liar yang kemungkinan dijadikan inang hama ulat bawang. Pada saat penyiangan dilakukan pengambilan telur ulat bawang</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Dilakukan pendangiran, yaitu tanah di sekitar tanaman didangir dan dibumbun agar perakaran bawang merah selalu tertutup tanah. Selain itu bedengan yang rusak atau longsor perlu dirapikan kembali dengan cara memperkuat tepi-tepi selokan dengan lumpur dari dasar saluran (di Brebes disebut melem).</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">3. Pemupukan pemeliharaan/susulan</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> Dosis pemupukan bervariasi tergantung jenis dan kondisi tanah setempat. Jika kelebihan Urea/ZA dapat mengakibatkan leher umbi tebal dan umbinya kecil-kecil, tapi jika kurang, pertumbuhan tanaman terhambat dan daunnya menguning pucat. Kekurangan KCl juga dapat menyebabkan ujung daun mengering dan umbinya kecil.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Pemupukan dilakukan 2 kali</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> ( dosis per 1000 m2 ) :</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> &#8211; 2 minggu : 5-9 kg Urea+10-20 kg ZA+10-14 kg KCl</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> &#8211; 4 minggu : 3-7 kg Urea+ 7-15 kg ZA+12-17 kg KCl</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> Campur secara merata ketiga jenis pupuk tersebut dan aplikasikan di sekitar rumpun atau garitan tanaman. Pada saat pemberian jangan sampai terkena tanaman supaya daun tidak terbakar dan terganggu pertumbuhannya.</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> Atau jika dipergunakan Pupuk Majemuk NPK (15-15-15) dosis ± 20 kg/ 1000 m2 diberikan pada umur ± 2 minggu.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">4. Pengairan</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> Pada awal pertumbuhan dilakukan penyiraman dua kali, yaitu pagi dan sore hari. Penyiraman pagi hari usahakan sepagi mungkin di saat daun bawang masih kelihatan basah untuk mengurangi serangan penyakit. Penyiraman sore hari dihentikan jika persentase tanaman tumbuh telah mencapai lebih 90 %</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> Air salinitas tinggi kurang baik bagi pertumbuhan bawang merah</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> Tinggi permukaan air pada saluran ( canal ) dipertahankan setinggi 20 cm dari permukaan bedengan pertanaman</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">D. FASE VEGETATIF ( 11- 35 HST )</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> 1. Pengamatan Hama dan Penyakit</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> Hama Ulat bawang, S. litura dan S. exigua</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> Thrips, mulai menyerang umur 30 HST karena kelembaban di sekitar tanaman relatif tinggi dengan suhu rata-rata diatas normal. Daun bawang yang terserang warnanya putih berkilat seperti perak Serangan berat terjadi pada suhu udara diatas normal dengan kelembaban diatas 70%. Jika ditemukan serangan, penyiraman dilakukan pada siang hari, amati predator kumbang macan. Populasi diatas ambang ekonomi kendalikan dengan BVR atau PESTONA.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Penyakit Bercak Ungu atau Trotol, disebabkan oleh jamur Alternaria porii melalui umbi atau percikan air dari tanah. Gejala serangan ditandai terdapatnya bintik lingkaran konsentris berwarna ungu atau putih-kelabu di daun dan di tepi daun kuning serta mongering ujung-ujungnya. Serangan pada umbi sehabis panen mengakibatkan umbi busuk sampai berair dengan warna kuning hingga merah kecoklatan. Jika ada hujan rintik-rintik segera dilakukan penyiraman. Preventif dengan penebaran GLIO.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Penyakit Antraknose atau Otomotis, disebabkan oleh jamur Colletotricum gloesporiodes. Gejala serangan adalah ditandai terbentuknya bercak putih pada daun, selanjutnya terbentuk lekukan yang akan menyebabkan patahnya daun secara serentak (istilah Brebes: otomatis). Jika ada gejala, tanaman terserang segera dicabut dibakar dan dimusnahkan. Untuk jamur yang ada didalam tanah kendalikan dengan GLIO</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Penyakit oleh virus.</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> &#8211; Gejalanya pertumbuhan kerdil, daun menguning, melengkung ke segala arah dan terkulai serta anakannya sedikit. Usahakan memakai bibit bebas virus dan pergiliran tanaman selain golongan bawang-bawangan.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Busuk umbi oleh bakteri.</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> &#8211; Umbi yang terserang jadi busuk dan berbau. Biasa menyerang setelah dipanen. Usahakan tempat yang kering.</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> &#8211; Busuk umbi/ leher batang oleh jamur.</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> &#8211; Bagian yang terserang jadi lunak, melekuk dan berwarna kelabu. Jaga agar tanah tidak terlalu becek (atur drainase).</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> &#8211; Untuk pencegahan hama-penyakit usahakan pergiliran tanaman dengan jenis tanaman lain (bukan golongan Bawang-bawangan. PESTISIDA Kimia digunakan sebagai alternatif terakhir untuk mengatasi serangan hama-penyakit.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">2. Pengelolaan Tanaman</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> &#8211; Penyiangan kedua dilakukan pada umur</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> 30-35 HST dilanjutkan pendagiran, pembumbunan dan perbaikan bedengan yang rusak.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">- Penyemprotan POC NASA dengan dosis 4-5 tutup/tangki tiap 7-10 hari sekali mulai 7 hari setelah tanam hingga hari ke 50-55. Mulai hari ke 35 penyemprotan ditambah HORMONIK dengan dosis 1-2 tutup/ tangki (dicampurkan dengan NASA).</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> &#8211; Pengairan, penyiraman 1x per hari pada pagi hari, jika ada serangan Thrips dan ada hujan rintik-rintik penyiraman dilakukan siang hari.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">E. PEMBENTUKAN UMBI ( 36 &#8211; 50HST )</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> Pada fase pengamatan HPT sama seperti fase Vegetatif, yang perlu diperhatikan adalah pengairannya. Butuh air yang banyak pada musim kemarau sehingga perlu dilakukan penyiraman sehari dua kali yaitu pagi dan sore hari.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">F. PEMATANGAN UMBI ( 51- 65 HST )</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> Pada fase ini tidak begitu banyak air sehingga penyiraman hanya dilakukan sehari sekali yaitu pada sore hari.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">G. PANEN DAN PACA PANEN</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> 1. Panen</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> &gt; 60-90 % daun telah rebah, dataran rendah pemanenan pada umur 55-70 hari, dataran tinggi umur 70 &#8211; 90 hari.</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> &gt; Panen dilakukan pada pagi hari yang cerah dan tanah tidak becek</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> &gt; Pemanenan dengan pencabutan batang dan daun-daunnya. Selanjutnya 5-10 rumpun diikat menjadi satu ikatan (Jawa : dipocong)</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">2. Pasca Panen</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> &#8211; Penjemuran dengan alas anyaman bambu (Jawa : gedeg). Penjemuran pertama selama 5-7 hari dengan bagian daun menghadap ke atas, tujuannya mengeringkan daun. Penjemuran kedua selama2-3 hari dengan umbi menghadap ke atas, tujuannya untuk mengeringkan bagian umbi dan sekaligus dilakukan pembersihan umbi dari sisa kotoran atau kulit terkelupas dan tanah yang terbawa dari lapangan. Kadar air 89 85 % baru disimpan di gudang.</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span><span style="color:#0000ff;"> &#8211; Penyimpanan, ikatan bawang merah digantungkan pada rak-rak bambu. Aerasi diatur dengan baik, suhu gudang 26-290C kelembaban 70-80%, sanitasi gudang.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tyanworld.wordpress.com/44/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tyanworld.wordpress.com/44/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tyanworld.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tyanworld.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tyanworld.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tyanworld.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tyanworld.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tyanworld.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tyanworld.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tyanworld.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tyanworld.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tyanworld.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tyanworld.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tyanworld.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tyanworld.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tyanworld.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyanworld.wordpress.com&amp;blog=4632863&amp;post=44&amp;subd=tyanworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tyanworld.wordpress.com/2008/09/12/bawang-merah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afe291bcc8caa2279d58cbc04490e9f2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tyanworld</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kubis</title>
		<link>http://tyanworld.wordpress.com/2008/09/12/kubis/</link>
		<comments>http://tyanworld.wordpress.com/2008/09/12/kubis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2008 08:38:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyanworld</dc:creator>
				<category><![CDATA[sayur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tyanworld.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[BUDIDAYA KUBIS PENDAHULUAN Sampai saat ini, tingkat produksi tanaman kubis baik secara kuantitas maupun kualitas masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan antara lain karena tanah sudah miskin unsur hara, pemupukan yang tidak berimbang, organisme pengganggu tanaman, cuaca dan iklim. Untuk itu, PT. Natural Nusantara sebagai perusahaan yang peduli terhadap permasalahan pertanian dan kelestarian lingkungan berupaya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyanworld.wordpress.com&amp;blog=4632863&amp;post=42&amp;subd=tyanworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:180%;font-family:Arial;"><strong><span style="color:#003366;">BUDIDAYA KUBIS</span></strong></span></p>
<hr />
<table border="0">
<tbody>
<tr>
<td width="533"></td>
</tr>
<tr>
<td>
<h2><img src="http://naturalnusantara.co.id/image/lif-047.jpg" alt="" hspace="10" vspace="5" align="left" /><span style="font-size:85%;font-family:Arial;"><strong><span style="color:#0000ff;">PENDAHULUAN</span></strong><br />
Sampai saat ini, tingkat produksi tanaman kubis baik secara kuantitas maupun kualitas masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan antara lain karena tanah sudah miskin unsur hara, pemupukan yang tidak berimbang, organisme pengganggu tanaman, cuaca dan iklim.<br />
Untuk itu, PT. Natural Nusantara sebagai perusahaan yang peduli terhadap permasalahan pertanian dan kelestarian lingkungan berupaya membantu petani dalam peningkatan produksi secara kuantitas dan kualitas serta memelihara kelestarian lingkungan (3 &#8211; K). Sehingga petani mampu bersaing di era pasar bebas.<strong>FASE PRA TANAM</strong><br />
<em><strong>1.  Syarat tumbuh</strong></em><br />
- Tanaman dapat ditanam sepanjang tahun<br />
- Tumbuh dan berproduksi dengan baik pada ketinggian 800 m d.pl. ke atas, curah hujan hujan cukup dan temperatur udara 15o &#8211; 20o C.<br />
- Jenis tanah yang dikehendaki gembur, bertekstur ringan atau sarang serta pH 6 &#8211; 6,5.<em><strong>2. Pengelolaan Tanah dan Air</strong></em><br />
- Bersihkan gulma dan sisa-sisa tanaman untuk menekan serangan penyakit terbawa tanah seperti akar bengkak, busuk lunak, rebah semai, dll. dengan cara dicabut dan dikumpulkan lalu dibakar atau bisa dijadikan kompos<br />
- Jangan menanam tanaman kubis-kubisan secara terus menerus dan lakukan pergiliran tanaman<br />
- Gunakan pupuk organik (SUPER NASA), khususnya di musim kemarau untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air</p>
<p><em><strong>3.  Persiapan Lahan</strong></em><br />
- Lahan dicangkul dan dibajak sedalam 20-30 cm<br />
- Berikan Dolomit atau CAPTAN kira-kira 2 ton/ha jika pH &lt; 5,5 dengan cara tanah dan kapur diaduk rata dan dibiarkan 2 minggu<br />
- Siramkan pupuk SUPER NASA yang telah dicampur air secara merata di atas bedengan dengan dosis ± 1 botol/1000 m² dengan cara :<br />
Alternatif 1 : 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.<br />
Alternatif 2 : setiap 1 gembor volume 10 lt diberi 1 peres sendok makan SUPERNASA untuk menyiram 5 &#8211; 10 meter bedengan.<br />
- Jika tersedia pupuk kandang dapat diberikan  kira-kira 0,25  &#8211;  0,5 kg per lubang tanam</p>
<p><strong>FASE PERSEMAIAN</strong><br />
- Media persemaian terdiri dari campuran tanah dan pupuk kandang (kompos) halus dengan perbandingan 1:1 dan ditambah 100 gr (1 sachet)- &#8211; - Natural GLIO untuk 25 kg pupuk kandang<br />
- Benih direndam dalam air hangat + POC NASA  dosis 2 cc/lt air selama 0,5 &#8211; 1 jam lalu diangin-anginkan<br />
- Sebarkan benih secara merata dan teratur lalu ditutup daun pisang selama 3-4 hari<br />
- Semprotkan POC NASA seminggu sekali dengan dosis 3 tutup/tangki<br />
- Lakukan penyiraman setiap hari dengan gembor<br />
- Persemaian dibuka setiap pagi sampai jam 10.00 dan sore mulai pukul 15.00<br />
- Amati bibit kubis yang terserang penyakit tepung berbulu (Peronospora parasitica) atau ulat daun pada daun pertama, dipetik dan dibuang daun yang terserang</p>
<p><strong>FASE TANAM</strong><br />
<em><strong>1. Jarak tanam</strong></em><br />
Jarak tanam jarang 70 x 50 cm atau jarak tanam rapat 60 x 50 cm</p>
<p><em><strong>2. Bibit</strong></em><br />
Bibit yang telah berumur 3 &#8211; 4 minggu memiliki 4 &#8211; 5 daun siap ditanam</p>
<p><em><strong>3. Pemupukan</strong></em><br />
Pupuk dasar diberikan sehari sebelum tanam dengan dosis 250 kg/ha TSP, 50 kg/ha Urea, 175 kg/ha ZA dan 100 kg/ha KCl.<br />
Pupuk dasar dicampur secara merata lalu diberikan pada lubang tanam yang telah diberi pupuk kandang, kemudian ditutup kembali dengan tanah.</p>
<p><em><strong>4. Cara tanam</strong></em><br />
- Buat lubang tanam dengan tugal sesuai jarak tanam<br />
- Pilih bibit yang segar dan sehat<br />
- Tanam bibit pada lubang tanam<br />
- Bila bibit disemai pada bumbung daun pisang langsung ditanam bersama bumbungnya<br />
- Bila bibit disemai pada polybag plastik, keuarkan bibit dari polibag lalu baru ditanam<br />
- Bila disemai dalam bedengan ambil bibit beserta tanahnya sekitar 2-3 cm dari batang sedalam 5 cm dengan solet (sistem putaran)<br />
- Setelah ditanam, siram bibit dengan air sampai basah<br />
- Kubis dapat ditumpangsarikan dengan tomat dengan cara tanam : 2 baris kubis 1 baris tomat. Tomat ditanam 3 atau 4 minggu sebelum kubis</p>
<p><strong>FASE PRA PEMBENTUKAN KROP (0 &#8211; 49 HARI )</strong><br />
- Penyiraman dilakukan tiap hari pada pagi atau sore hari<br />
- Pemupukan susulan dilakukan pada umur 28 hari dengan dosis 50 kg/ha Urea, 175 kg/ha ZA dan 100 kg/ha KCl<br />
- Penyemprotan POC NASA 3 &#8211; 4 tutup/tangki ditambah HORMONIK 1-2 tutup/tangki dilakukan setiap 1  minggu sekali.<br />
- Penyiangan (penggemburan dan pembubunan tanah) dilakukan pada umur 2 dan 4 minggu<br />
- Perempelan cabang atau tunas-tunas samping dilakukan seawal mungkin supaya pembentukan bunga optimal<br />
- Hama yang menyerang pada fase ini antara lain Ulat tanah (Agrotis ipsilon Hufn.), Ulat daun kubis (Plutella xylostella L.), Ulat krop kubis (Crocidolomia binotalis Zell.), Ulat krop bergaris (Hellula undalis F.)<br />
- Lakukan pengamatan tiap minggu sekali terhadap hama-hama tersebut mulai kubis umur 13 hari. Populasi tertinggi terjadi pada awal musim kemarau<br />
- Cara pengendalian; kumpulkan dan musnah secara mekanik, sanitasi lingkungan.<br />
- Tanaman muda yang mati karena penyakit rebah kecambah (Rhizoctonia solani Kuhn.) dicabut, kemudian disulam dengan tanaman baru yang sehat, tambahkan Natural GLIO pada lubang tanam.</p>
<p><strong>FASE PEMBENTUKAN CROP ( 50 &#8211; 90 HARI )</strong><br />
- Penyiangan secara manual dengan tangan perlu dilakukan sampai kira-kira satu minggu sebelum panen<br />
- Lakukan pengamatan lebih intensif terhadap hama yang merusak berat pada fase ini yaitu; Ulat Daun Kubis (P. xylostella) dan Ulat krop kubis (C. binotalis), biasanya Pebruari Maret<br />
- Serangan hama menjelang panen tidak perlu dikendalikan (secara kimia)</p>
<p><strong>PANEN DAN PASCA PANEN</strong><br />
- Kubis dipanen setelah berumur 81- 105 hari<br />
- Ciri-ciri kubis siap panen bila tepi daun krop terluar pada bagian atas krop sudah melengkung ke luar dan berwarna agak ungu, krop bagian dalam sudah padat.<br />
- Pada saat panen diikursertakan dua helai daun hijau untuk melindungi krop<br />
- Jangan sampai terjadi memar atau luka<br />
- Amati penyakit Busuk Lunak (Erwinia carotovora) dan Busuk Hitam (Xanthomonas camprestris)<br />
- Daun-daun kubis yang terinfeksi harus dibuang.</p>
<p></span></h2>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tyanworld.wordpress.com/42/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tyanworld.wordpress.com/42/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tyanworld.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tyanworld.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tyanworld.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tyanworld.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tyanworld.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tyanworld.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tyanworld.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tyanworld.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tyanworld.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tyanworld.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tyanworld.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tyanworld.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tyanworld.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tyanworld.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyanworld.wordpress.com&amp;blog=4632863&amp;post=42&amp;subd=tyanworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tyanworld.wordpress.com/2008/09/12/kubis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afe291bcc8caa2279d58cbc04490e9f2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tyanworld</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://naturalnusantara.co.id/image/lif-047.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>BUNCIS</title>
		<link>http://tyanworld.wordpress.com/2008/09/12/buncis/</link>
		<comments>http://tyanworld.wordpress.com/2008/09/12/buncis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2008 07:12:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyanworld</dc:creator>
				<category><![CDATA[budldaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tyanworld.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[BUNCIS Family:Fabaceae Deskripsi Umumnya, sistem perakaran berbagai jenis buncis tidak besar atau ekstensif, percabangan lateralnya dangkal. Akar tunggang yang terlihat jelas biasanya pendek, tetapi pada tanah remah yang dalam, akar dapat tumbuh hingga sekitar 1 m. Dengan adanya bakteri Rhizobium, bintil berkembang pada akar lateral. Sistem perakaran yang menjangkar kuat adalah sifat penting untuk panen [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyanworld.wordpress.com&amp;blog=4632863&amp;post=26&amp;subd=tyanworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="620">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" valign="top">
<span style="color:#ff0000;"> </span><span style="color:#ff0000;font-size:large;">BUNCIS</span></td>
<td rowspan="5" align="center" valign="top"><img src="http://www.iptek.net.id/ind/teknologi_pangan/images/buncis.jpg" border="0" alt="" height="200" align="center" /></td>
</tr>
<tr>
<td width="60" valign="top">
<h2><span style="text-decoration:underline;"> <span style="color:#0000ff;">Family:Fabaceae</span></span></h2>
</td>
<td width="350" valign="top">
<h2></h2>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"></td>
<td valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"></td>
<td valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"></td>
<td valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"></td>
<td valign="top"></td>
<td valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="3" valign="top">
<h3><span style="color:#0000ff;"><strong>Deskripsi</strong></span></h3>
<blockquote><p><span style="color:#3366ff;">Umumnya, sistem perakaran berbagai jenis buncis tidak besar atau ekstensif, percabangan lateralnya dangkal. Akar tunggang yang terlihat jelas biasanya pendek, tetapi pada tanah remah yang dalam, akar dapat tumbuh hingga sekitar 1 m. Dengan adanya bakteri Rhizobium, bintil berkembang pada akar lateral. Sistem perakaran yang menjangkar kuat adalah sifat penting untuk panen dengan mesin. Berbagai kultivar P. vulgaris adalah tanaman musim panas yang membelit dan merambat. Selain bentuk merambat indeterminate dan tidak merambat, ada bentuk kerdil (semak) determinate dan indeterminate. Kultivar bentuk semak determinate yang ada sekarang ini berbeda dengan bentuk merawbat indeterminate &#8211; yang terdahulu memiliki dominansi apikal yang lebih rendali, dan sedikit atau tidak tanggap terhadap fotoperiod hari-pendek. Kultivar indeterminate merambat dan tegak memiliki percabangan yang lebih banyak dan, dengan jumlah buku pembungaan lebih banyak, memiliki potensi hasil yang lebih besar. Panjang batang tipe merambat dapat mencapai 3 m, dengan lebih dari 25 buku pembungaan. Bentuk ini sangat mudah rebah, dan karena itu, umumnya ditopang dengan lanjaran atau tiang. Bentuk semak determinate memang pendek, beberapa jenis tidak lebih tinggi dari 60 cm, memiliki jumlah buku sedikit, dan perbungaannya terbentuk di ujung batang tanaman. Daun buncis beranak daun-tiga dan menyirip. Kultivar sekarang memiliki daun kecil sehingga meningkatkan penetrasi cahaya ke dalam kanopi tanaman, khususnya untuk penanaman yang sangat rapat. Walaupun sifat ini cenderung meningkatkan hasil-total, ukuran daun kecil menghasilkan ukuran polong yang kecil pula. Bunga berukuran besar dan mudah terlihat, berwarna putih, merah jambu, atau ungu. Bunga ini sempurna, dan, seperti halnya kapri, memiliki 10 benang sari, 9 di antaranya menyatu membentuk tabung yang melingkupi bakal buah panjang, dan satu benang sari teratas terpisah dari yang lain. Bunga menyerbuk sendiri dan umumnya jarang terjadi persilangan terbuka. Polong tanaman ini hampir selalu memanjang, bukan membesar; panjangnya berkisar dari 8 hingga 20 cm atau lebih, dengan lebar mulai kurang dari 1 cm hingga beberapa cm. Bergantung pada kultivar, ujung polong &#8211; dapat meruncing atau tumpul; bentuk potongan melintangnya beragam, mulai dari bundar hingga oval memanjang, dan beberapa jenis berbentuk hati. Polong sebagian besar kultivar terbaru agak lurus, walaupun beberapa jenis biasanya melengkung. Sebagian besar kultivar memiliki polong berwarna hijau muda hingga hijau kebituan tua; yang lain kuning (berlilin), ungu, atau multiwarna. Jumlah serat polong dan laju perkembangannya juga beragam. Melalui pemuliaan selektif,.serat dapat sangat berkurang. Sifat tanpa-urat telah diintroduksi lebih dari 100 tahun yang lalu. Sekarang, hanya nenek moyangnya dan kultivar buncis tua lain sajalah yang memiliki serat lir-benang yang kuat. Calvin Keeney, petani produsen benih dari LeRoy, New York, mendapat penghargaan karena mengintroduksikan kultivar tanpa-urat sekitar tahun 1800. Sifat tanpa-urat adalah sifat resesif dan telah berhasil digabungkan ke dalam sebagian besar kultivar yang ditanam dewasa ini. Kultivar tipe tanpa-urat juga merigandung lebih sedikit serat dinding. Namun, di AS, `string bean&#8217; (kacang buncis berurat) cenderung tetap digunakan untuk menyebut buncis. Kata `urat&#8217; digunakan karena kacang ini memiliki serat lir-benang yang kuat pada sisi dorsal (perut) dan ventral (punggung) polong, urat pada sisi dorsal lebih kuat. Ketika biji telah matang sempurna, polong akan membelah terbuka. Istilah &#8216;snap&#8217; mungkin berasal dari suara yang terdengar ketika polong segar patah. Sebagian besar polong buncis tidak berbulu (glaborous); sedikit di antaranya yang berbulu halus. Polong tidak memiliki kelopak daun yang persisten sebagaimana yang dimiliki kapri. Jumlah biji adalah sifat lain kultivar; sebagian besar kultivar buncis berbiji tiga hingga lima; tipe buncis bijian atau buncis segar cenderung berbiji lebih banyak. Ukuran dan bobot biji matang sangat beragam, panjangnya berkisar dari 5 mm hingga 20 mm, dan bobot biji </span></p></blockquote>
</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="3" valign="top">
<h3><span style="color:#0000ff;"><strong>Manfaat</strong></span></h3>
<blockquote><p><span style="color:#3366ff;">Walaupun tidak menghasilkan jumlah protein dan kalori setinggi buncis bijian kering, buncis sayuran merupakan sumber protein, vitamin, dan mineral yang penting. Selain dikonsumsi dalam bentuk polong yang dimasak, di Afrika dan Amerika Latin, tajuk dan daunnya biasa digunakan sebagai lalapan. Yang juga dimakan adalah biji yang keras, besar, tetapi masih muda (biji kupasan segar), dan, dalam jumlah yang lebih terbatas, biji kering beberapa kultivar.</span></p></blockquote>
</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="3" valign="top">
<h3><span style="color:#0000ff;"><strong>Syarat Tumbuh</strong></span></h3>
<blockquote><p><span style="color:#3366ff;">Rata-rata suhu udara 20-25°C sudah optimum untuk pertumbuhan dan hasil . tinggi. Buncis berlanjaran cenderung tumbuh lebih baik pada suhu agak lebih dingin, dan lebih peka terhadap suhu tinggi pada saat pembungaan ketimbang tipe semak. Cekaman panas berpengaruh buruk terhadap pembentukan polong, dan beberapa kultivar lebih toleran ketimbang yang lain. Suhu tanah yang sesuai adalah 18-30°C. Buncis peka terhadap kekeringan dan genangan. Idealnya, lengas harus tersebar merata sepanjang pertumbuhan; 250-450 mm biasanya sudah memadai. Untuk memperoleh hasil tinggi, perlu diperhatikan pengelolaan lengas yang baik. Kelengasan tanah harus mendekati kapasitas lapangan, khususnya selama pembungaan; penggenangan menyebabkan anoksia (kekurangan oksigen), buncis peka terhadap kondisi ini, dan menyebabkan meningkatnya serangan penyakit busuk akar. Cekaman lengas berpengaruh terhadap hasil polong, jumlah dan ukuran biji, selain terhadap warna, kandungan serat, dan kekerasan biji. Selain perkecambahan, pembungaan dan perkembangan polong paling peka terhadap kekurangan air. Angin kering dapat menyebabkan gugur bunga. Tanah lempung liat yang berdrainase baik, remah, dan bertekstur medium sangat sesuai untuk produksi buncis. Pertumbuhan sangat berkurang bila tanah dipadatkan. Tanah yang agak asam paling disukai; pH optimum berkisar antara 6,0 dan 6,5. Sebagian besar kultivar buncis yang ada sekarang ini tidak peka terhadap fotoperiod. Namun, kultivar tertentu hanya menghasilkan tunas bunga selama hari pendek. Perilaku yang menarik adalah sifat daun buncis yang menghadap dan mengikuti matahari, sifat yang meningkatkan efisiensi fotosintesis. Sebaliknya, selama periode kelebihan panas dan kelengasan tanah rendah, daun akan memutar sejajar dengan cahaya matahari sehingga menurunkan suhu daun. Hasil berkurang jika tanaman ternaungi. Zat hara Sebagian besar kultivar memiliki sistem perakaran yang relatif kecil, dan karenanya sering memiliki kemampuan menyerap zat hara yang terbatas sehingga umumnya memerlukan pasokan pupuk tambahan. Kultivar determinate, khususnya, tidak dapat memperoleh nitrogen yang tefiksasi Rhizobium; dengan demikian, diperlukan pemupukan untuk perkembangan tanaman yang jagur. Bentuk nitrogen nitrat lebih disukai ketimbang bentuk amonium. Fosfor sangat penting selama pertumbuhan awal tanaman. Dosis pemupukan harus memperhatikan populasi tanaman karena penanaman yang sangat rapat umumnya memerlukan kadar pupuk tambahan yang tinggi pula. Buncis peka terhadap salinitas, dan selama penanaman, biji tidak boleh bersinggungan langsung dengan pupuk. Buncis sangat peka terhadap kelebihan boron tanah.</span></p></blockquote>
</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="3" valign="top">
<h3><span style="color:#0000ff;"><strong>Pedoman Budidaya</strong></span></h3>
<blockquote><p><span style="color:#3366ff;">Penanaman dan jarak tanam Kotiledon besar biji buncis mudah pecah akibat kerusakan fisik, yang dapat terjadi selama panen biji, pembersihan, dan penanaman. Perkecambahan biji buncis adalah epigeal, dan hilangnya kotiledon seluruhnya atau sebagian dapat mempengaruhi pertumbuhan kecambah dan hasil tanaman. Akibat buruk dari berkurangnya kekerasan biji adalah biji semakin mudah rusak. Perbaikan peralatan pemanen biji, seperti penggunaan sabuk karet sebagai pengganti silinder besi untuk memisahkan biji, sangat mengurangi kerusakan. Perkecambahan biji optimum teqadi pada suhu 25-30°C; suhu kurang dari 10°C dan di atas 35°C tidak memungkinkan perkecambahan (tabel 22.3). Pada kondisi yang baik, kemunculan kecambah dapat berlangsung dalam 7- 12 hari. Ketika ditanam di tanah dingin, perkecambahan berlangsung lambat, dan sering terjadi pembusukan benih. Perlakuan benih dengan fungisida pelindung berguna untuk meminimumkan pembusukan benih. Benih sering diuji dengan perkecambahan tanah dingin untuk mengukur potensi kejagurannya pada kondisi buruk. Perkecambahan buruk sering teriihat pada benih kultivar berkulit biji putih dibandingkan dengan kultivar berkulit biji gelap. Pemulia tanaman telah berhasil meningkatkan sifat ini pada kultivar berkulit biji putih yang baru. Kedalaman penanaman berkisar 3-8 cm. Kadang-kadang, benih ditanam dalam parit dangkal yang kemudian ditimbun seiama penyiangan. Untuk memperoleh hasil tinggi, banyak buncis semal; ditanam pada kerapatan sekitar 40 tanaman/m2. Kerapatan tinggi dicapai melalui penanaman dengan jarak barisan rapat atau dengan cara sebar. Metode penanaman ini tidak cocok untuk panen dengan tangan, tetapi sangat sesuai untuk panen dengan mesin. Jarak tanam lebar digunakan untuk memungkinkan panen dengan tangan dalam produksi buncis berlanjaran, karena tanaman indeterminate ini dapat dipanen berulang kali. Buncis berianjaran biasanya ditanam dengan jarak sekitar 10 cm dalam barisan, dengan jarak antarbarisan sekitar 120-150 cm. Penanaman buncis berlanjaran di atas gundukan dilakukan dengan jarak tanam bujur sangkar, dari 90 hingga 120 cm. Penanaman di atas gundukan (hill) ini biasanya menggunakan 5-6 biji per lubang tanam, yang kemudian dijarangkan menjadi sekitar tiga tanaman. Di beberapa bagian aropika dan subtropika, buncis berlanjaran ditanam dengan atau setelah tanaman jagung atau okra, sering menggunakan batang tanaman ini sebagai lanjaran. Kerapatan fanaman buncis semak untuk panen dengan tangan adalah 45.000-60.000 tanaman per hektar, sedangkan dalam penanaman kerapatan tinggi untuk panen dsngan mesin adalah 250.000-450.000 tanaman per hektar. Penggunaan mesin panen baris jamak memungkinkan penanaman dengan kerapatan tinggi dalam barisan rapat. Walaupun jarak tanam sangat rapat cenderung mengurangi warna polong, hal ini sering dimaklumi untuk memperoleh hasil tinggi. Namun, penanaman sangat rapat dapat meningkatkan kemungkinan terserang penyakit. Meningkatnya penggunaan mesin penanam menghasilkan jarak tanam yang akurat, dan mengurangi jumlah benih yang ditanam; biaya pengadaan benih yang mahal juga cenderung menurunkan dosis penanaman.</span></p></blockquote>
</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="3" valign="top">
<blockquote><p><span style="color:#3366ff;">&#8211;</span></p></blockquote>
</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="3" valign="top"><span style="color:#3366ff;"><strong>Hama dan Penyakit</strong></span></p>
<blockquote><p><span style="color:#3366ff;">Layu bakteri, Bercak coklat bakteri, Hawar umum, Hawar fuscous (basah),Hawar melingkar, Fungi Bercak daun dan polong, Bercak daun kotak Bercak daun ascochyta, Bercak daun cercospora, Embun jelaga Embun jelaga faba, Busuk akar fusarium,  Penyakit kuning fusarium Busuk abu-abu, Bercak daun phyllosUcta, Hawar polong Embun tepung Erysiphe polygoni Busuk akar dan rebah kecambah Pythium spp., jugaAphanomyces, Kudis kara kratok Antraknosa batang, Layu verticillium Busuk putih</span></p></blockquote>
</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="3" valign="top"><span style="color:#3366ff;"><strong>Panen dan Pasca Panen</strong></span></p>
<blockquote><p><span style="color:#3366ff;">Panen buncis tipe semak dapat dipanen pada umur 60-70 hari; sedangkan buncis tipe merambat umumnya memerlukan sekitar 10-20 hari lebih lama. Penentuan saat panen buncis segar didasarkan pada fase.pertumbuhan polong. Untuk memperoleh hasil tinggi, polong buncis harus mencapai panjang maksimum sebelum pembesaran biji terlihat nyata dan selama masih sukulen. Situasi yang ideal adalah memanen seluruh polong pada fase perkembangan yang sama. Pengukuran derajat-hari sering digunakan untuk memperkirakan dan menjadwalkan panen buncis segar di negara maju. Di sebagian besar dunia, panen buncis semak dan buncis berlanjaran umumnya dilakukan dengan tangan karena mesin tidak tersedia dengan biaya murah di berbagai negara. Buncis berlanjaran, yang memiliki pembungaan tidak terbatas, dapat dipanen pada periode yang relatif lebih panjang ketimbang dpe semak; akibatnya, hasilnya biasanya lebih Unggi. Selain hasilnya mungkin lebih tinggi, produksi buncis berlanjaran menguntungkan karena dapat lebih baik beradaptasi dengan kondisi curah hujan tinggi, dengan rendahnya kelembapan dalam kanopi daun dan serangan penyakit. Selain itu, karena tidak tersentuh tanah, polong yang dihasilkan bersih dan tumbuh lurus. Namun, produksi buncis semak terus meningkat dibandingkan dengan buncis berlanjaran karena biaya produksinya lebih rendah. Agar panen dengan mesin dapat berhasil dengan baik, peralatan dan tanaman harus cocok. Kultivar yang ada sekarang memudahkan mekanisasi karena memiliki pembungaan dan pembentukan polong yang terpusat, pola pertumbuhan tegak dengm polong terbentuk pada pertengahan hingga pucuk tanaman, daun lebih sedikit, cenglceraman akar terhadap tanah kuat, dan tahan terhadap beberapa jenis penyakit. Semua faktor tersebut meningkatkan keefektifan kerja peralatan panen, yang bertumpu pada proses perlucutan polong dengan garpu besi yang menyisir daun. Polong dan daun yang terlepas kemudian dipisahkan. Panen dengan mesin mula-mula digunakan hanya pada produksi polong untuk pengolahan, karena kerusakan polong biasanya tidak menyebabkan kerusakan produk jika polong segera diolah. Namun, pada buncis segar, panen dengan mesin menyebabkan kerusakan yang terlihat jelas sehingga tidak dapat diterima pasar. Berbagai mesin pemanen yang ada sekarang telah dimodifikasi untuk mengurangi sebesar munglcin kerusakan polong, dan dapat digunakan untuk memanen polong segar. Kultivar buncis kupasan segar dipanen ketika biji telah mecapai ukuran penuh dan agak keras. Kelengasan biji lebih tinggi ketimbang buncis bijian kering. Tenaga kerja dan/atau mesin biasa digunakan untuk memanen polong. Biji dikeluarkan dari polong, dan polongnya dibuang karena berserat dan tidak sukulen. Buncis kupasan memiliki sifat tetap keras setelah dimasak, amat mirip dengan sifat buncis bijian yang dimasak dan tidak seperti biji buncis segar yang lembek dan empuk jika dimasak: Pascapanen dan penyimpanan Polong buncis segar memiliki laju respirasi Unggi dan harus segera didinginkan pada suhu sekitar 5°C dan disimpan pada RH 95%. Pendinginan cair merupakan metode yang disukai untuk mencapai pendinginan cepat, dan untuk memelihara turgor polong. Suhu kurang dari 3°C selama berhari-hari harus dihindaH karena mendorong terjadinya kerusakan-suhu-dingin. Umur simpan polong pada kualitas yang layak jual selama 2-3 minggu dapat dicapai melalui penyimpanan pada suhu 5-10°C dan RH 95%.</span></p></blockquote>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tyanworld.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tyanworld.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tyanworld.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tyanworld.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tyanworld.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tyanworld.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tyanworld.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tyanworld.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tyanworld.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tyanworld.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tyanworld.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tyanworld.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tyanworld.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tyanworld.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tyanworld.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tyanworld.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyanworld.wordpress.com&amp;blog=4632863&amp;post=26&amp;subd=tyanworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tyanworld.wordpress.com/2008/09/12/buncis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afe291bcc8caa2279d58cbc04490e9f2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tyanworld</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.iptek.net.id/ind/teknologi_pangan/images/buncis.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>NILAM</title>
		<link>http://tyanworld.wordpress.com/2008/09/12/budidaya/</link>
		<comments>http://tyanworld.wordpress.com/2008/09/12/budidaya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2008 06:42:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyanworld</dc:creator>
				<category><![CDATA[budldaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tyanworld.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[BUDIDAYA NILAM A. PENDAHULUAN Minyak nilam memberikan sumbangan cukup besar dalam penghasil devisa Negara di antara minyak atsiri lainnya. Namun produksi minyak nilam di Indonesia masih terbatas dan produksinya belum optimal. PT Natural Nusantara berusaha meningkatkan produksi minyak nilam secara kuantitas, kualitas dan kelestarian lingkungan (Aspek K-3). B. EKOLOGI Tanaman nilam dapat tumbuh di dataran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyanworld.wordpress.com&amp;blog=4632863&amp;post=24&amp;subd=tyanworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1><span style="color:#ff0000;">BUDIDAYA NILAM</span></h1>
<h3><span style="color:#3366ff;">A. PENDAHULUAN</span></h3>
<p>Minyak nilam memberikan sumbangan cukup besar dalam penghasil devisa Negara di antara minyak atsiri lainnya. Namun produksi minyak nilam di Indonesia masih terbatas dan produksinya belum optimal. PT Natural Nusantara berusaha meningkatkan produksi minyak nilam secara kuantitas, kualitas dan kelestarian lingkungan (Aspek K-3).</p>
<h3><span style="color:#3366ff;">B. EKOLOGI </span></h3>
<p>Tanaman nilam dapat tumbuh di dataran rendah maupun tinggi dengan ketinggian optimal 10-400 mdpl, curah hujan antara 2500 &#8211; 3500 mm/th dan merata sepanjang tahun, suhu 24 &#8211; 280C, kelembaban lebih dari 75%, intensitas penyinaran matahari cukup, tanah subur dan gembur kaya akan humus.</p>
<h3><span style="color:#3366ff;">C. PEMBIBITAN</span></h3>
<p>- Stek diambil dari batang atau cabang yang sudah mengayu dari bagian tengah, berdiameter 0,8-1,0 cm, + 15-23 cm dan paling sedikit 3-5 mata tunas<br />
- Siapkan bedengan persemaian, ukuran lebar 1,5 m, tinggi 30 cm dan panjang tergantung kebutuhan, parit selebar 30-40 cm dan dalamnya + 50 cm<br />
- Tanah bedengan diolah sampai gembur dicampur pasir dengan perbandingan 2:1 dan selanjutnya diberi pupuk kandang matang yang telah dicampur Natural GLIO (1 sachet Natural GLIO + 25-50 kg Pupuk Kandang)<br />
- Buat naungan menghadap ke timur dengan ketinggian 180 cm timur dan 120 cm barat, letakkan daun kelapa atau alang-alang di atas para-para.<br />
- Stek ditanam posisi miring, bersudut 450 sedalam 10 cm dan jarak tanam 10 x 10 cm<br />
- Siram dengan POC NASA (2-3 tutup) + HORMONIK (1 tutup) per 10 &#8211; 15 liter air.<br />
- Setelah umur 3-4 minggu bibit sudah siap dipindahkan ke lapangan (2-4 hari) sebelum bibit dipindah semprot POC NASA (3-4 tutup/tangki).</p>
<h3><span style="color:#3366ff;">D. PENGOLAHAN LAHAN</span></h3>
<p>- Lahan dibersihkan dari jenis rumput-rumputan, kayu-kayuan dan semak belukar.<br />
- Tanah dicangkul atau dibajak serta digaru<br />
- Buat parit-parit pembuangan air lebar 30-40 cm dan dalamnya 50 cm</p>
<h3><span style="color:#3366ff;">E. JARAK TANAM</span></h3>
<p>- Dataran rendah yang tanahnya subur 100 x 100 cm, tanah yang kandungan liatnya tinggi 50 x 100 cm<br />
- Pada tanah lipatit, 75 x 75 cm<br />
- Tanah berbukit dengan mengikuti garis contour 50 x 100 cm atau 30 x 100 cm</p>
<h3><span style="color:#3366ff;">F. PENANAMAN</span></h3>
<p>~ Secara tidak Langsung<br />
- Bibit stek dicabut dari persemaian umur 3-4 minggu, bila akar terlalu panjang sebaiknya dipotong supaya tidak mudah terserang busuk akar. &#8211; - &#8211; Setiap lubang tanam ditanami 1-2 bibit stek<br />
~Secara Langsung<br />
- Tanam stek secara langsung di lahan 2-3 stek per lubang tanam<br />
Catatan : Akan lebih baik pada penanaman secara langsung, sebelum di tanam stek direndam dulu dalam POC NASA (1-2 tutup) + HORMONIK ( 1 tutup ) per 5 -10 liter.&gt;</p>
<h3><span style="color:#3366ff;">G. PEMUPUKAN</span></h3>
<p>Pemupukan dengan cara melingkar di sekililing pangkal tanaman<br />
Dosis pupuk makro yang digunakan + adalah :<br />
( lihat tabel disamping )<br />
Aplikasi<br />
Urea<br />
kg/ha<br />
DS/TSP<br />
kg/ha<br />
KCl<br />
Kg/ha<br />
NASA<br />
btl/ha<br />
HRN<br />
btl/ha</p>
<p>Saat Tanam</p>
<p>25 &#8211; 50</p>
<p>3 &#8211; 5<br />
kocor</p>
<p>-</p>
<p>1 bulan<br />
37,5</p>
<p>20<br />
2 &#8211; 5<br />
semprot<br />
-</p>
<p>1 mgg setelah panen I</p>
<p>56,25</p>
<p>-</p>
<p>30</p>
<p>2,5 – 5<br />
semprot</p>
<p>5 – 10<br />
semprot</p>
<p>1 mgg<br />
Setelah<br />
Panen II</p>
<p>56,25</p>
<p>-</p>
<p>30</p>
<p>2,5 – 5<br />
semprot</p>
<p>5 – 10<br />
semprot</p>
<p>TOTAL<br />
150<br />
25 &#8211; 50<br />
80<br />
10-20<br />
10 &#8211; 20</p>
<p>Siramkan SUPER NASA yang telah dicampur air, merata di atas bedengan, dosis ± 1 botol/1000 m2 dengan cara :<br />
- alternatif 1 ; 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 3 lt air (jadi larutan induk). Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.<br />
- alternatif 2 ; setiap 1 gembor (10 lt) beri 1 sendok peres makan SUPER NASA untuk menyiram 5-10 meter bedengan.<br />
POC NASA disemprotkan umur 20, 30, 50 dan 60 hari setelah tanam dengan dosis 4 &#8211; 5 tutup/tangki atau POC NASA (3-4 tutup) + HORMONIK (1 tutup)/tangki.</p>
<h3><span style="color:#3366ff;">H. PENYULAMAN</span></h3>
<p>Penyulaman dilakukan satu bulan setelah tanam untuk mengganti tanaman yang mati atau kurang normal</p>
<h3><span style="color:#3366ff;">I. PENYIANGAN</span></h3>
<p>Dilakukan 2 bulan setelah tanam atau saat tanaman mencapai tinggi 20-30 cm dan cabang bertingkat dengan radius 20 cm. Selanjutnya setiap 3 bulan sekali</p>
<h3><span style="color:#3366ff;">J. PEMANGKASAN</span></h3>
<p>- Penjarangan dan pemangkasan dilakukan pada umur 3 bulan setelah tanam. Penjarangan dengan mencabut tanaman yang jaraknya terlalu rapat. &#8211; Pemangkasan pada tanaman yang terlalu rimbun dan menutupi cabang lainnya, yaitu pada cabang dari tingkat tiga ke atas. Untuk mempercepat tumbuhnya tunas baru, sebaiknya dalam tiap rumpun dibiarkan satu cabang saja yang tumbuh dan semprot dengan POC NASA (3-4 tutup) + HORMONIK (1-2 tutup) setelah pemangkasan.</p>
<h3><span style="color:#3366ff;">K. PEMBUMBUNAN</span></h3>
<p>Dilakukan setelah panen, cabang-cabang yang ditinggalkan setelah panen dan letaknya dekat dengan tanah ditimbun di dekat ujungnya setinggi 10-15 cm. Sedang cabang-cabang yang letaknya jauh dari tanah dipatahkan di bagian ujungnya, tetapi tidak terputus dari batangnya, sesudah itu bagian yang patah ditimbun dengan tanah.</p>
<h3><span style="color:#3366ff;">L. PENGELOLAAN HAMA DAN PENYAKIT</span></h3>
<h5>1. H a m a</h5>
<address>a. Ulat Penggulung Daun (Pachyzaneba stutalis)</address>
<p>Ulat hidup dalam gulungan daun muda, sambil memakan daun yang tumbuh, serangan berat hanya tinggal tulang-tulang daun saja. Pengendalian : kumpulkan dan musnahkan .</p>
<address>b. Belalang ( Orthoptera )</address>
<p>Hama ini memakan daun, sehingga tanaman menjadi gundul. Serangan berat batang dimakan akhirnya mati. Pengendalian : sanitasi lingkungan .</p>
<address>c. Criket Pemakan Daun (Gryllidae)</address>
<p>Memakan daun muda sehingga daun berlubang-lubang dan produksi turun. Pengendalian : sanitasi lingkungan.</p>
<h5>2. Penyakit</h5>
<address>a. Budok (hoprosep)</address>
<p>Penyebabnya adalah virus, gejala daun keriting, berwarna abu-abu dan rontok, terbentuk benjolan-benjolan pada batang sampai akar bila dipijit baunya tidak enak. Penyakit ini tumbuh setelah musim kemarau dan disebabkan oleh pemangkasan yang terlalu berat saat panen. Pengendalian : sanitas kebun, Alat-alat kerja steril.</p>
<address>b. Penyakit Busuk Batang</address>
<p>Penyebabnya jamur Fusarium sp. dan menyerang pada akar atau batang. Batang terserang akan mengerut, warna berubah coklat lalu menghitam disekeliling batang dan akhirnya mati. Pengendalian : kurangi kelembaban dengan cara dipangkas, hindari luka, gunakan Natural GLIO + SUPERNASA. Catatan : Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, dapat digunakan pestisida kimia sesuai anjuran. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml ( ½ tutup) pertangki</p>
<h3><span style="color:#3366ff;">M. PANEN DAN PASCA PANEN</span></h3>
<p>- Panen dapat dilakukan pada umur 6 &#8211; 8 bulan setelah tanam<br />
- Semua bagian tanaman nilam, yaitu akar, batang, cabang dan daun mengandung minyak atsiri<br />
- Alat yang digunakan sabit, gunting, atau parang yang tajam dan bersih<br />
- Panen pertama, bagian yang boleh dipangkas adalah cabang-cabang dari tingkat dua ke atas, sedang cabang-cabang tingkat pertama ditinggalkan<br />
- Selesai panen pertama, bila cabang-cabang pertama jauh dari tanah dirundukkan tetapi tidak putus kemudian ditimbun tanah pada setiap tunasnya<br />
- Setelah tanaman umur 9 bulan, tanaman dapat dipanen kedua kalinya dengan cara seperti panen pertama, sehingga akan diperoleh cabang-cabang baru dan anakan baru.<br />
- Demikian selanjutnya sampai panenan pada bulan ke-12, 15, 18, 21, 24 , dst<br />
- Panenan daun nilam dipotong-potong + 3-5 cm kemudian dijemur di bawah sinar matahari sampai kadar air 15 % kemudian di suling.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tyanworld.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tyanworld.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tyanworld.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tyanworld.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tyanworld.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tyanworld.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tyanworld.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tyanworld.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tyanworld.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tyanworld.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tyanworld.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tyanworld.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tyanworld.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tyanworld.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tyanworld.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tyanworld.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyanworld.wordpress.com&amp;blog=4632863&amp;post=24&amp;subd=tyanworld&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tyanworld.wordpress.com/2008/09/12/budidaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afe291bcc8caa2279d58cbc04490e9f2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tyanworld</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
